Viral, Dokter & Perawat Menyuntik Mayat

1
206
Dokter yang diduga perintahkan suntik pasien sudah meninggal dunia (foto: youtube)

ORANYENEWS- Belum usai kasus video pasien yang menjadi korban pelecehan seksual yang dilakukan perawat. Kali ini, beredar lagi sebuah video seorang keluarga pasien tengah marah kepada dokter yang menyuntik mayat atau anggota keluarga mereka yang sudah meninggal dunia.

Dalam video berdurasi sekira 3 menit itu, tampak seorang dokter tengah menulis rekam medis, kemudian didatangi keluarga pasien yang meminta tanggung jawab dokter karena telah menyuntik pada saat pasien sudah meninggal dunia.

Baca Juga: Pasien Sempat Terlantar sebelum Disuntik setelah meninggal

“Anda pun lho dok tidak tahu kalau beliau sudah meninggal dunia,” kata keluarga pasien.

“Kalau Anda seorang spesialis, harusnya anda memeriksa terlebih dahulu, tidak hanya terima laporan. Periksa tidak, hanya bicara saja anda ini,” lanjutnya.

“Mengapa baru menyuntik ibu saya ketika sudah meninggal?” tanya keluarga pasien itu sambil merekam.

Tak hanya keluarga pasien pria, terdengar juga suara seorang wanita yang marak-marah sambil memukul meja perawat. Kesal, karena ibunya disuntik dalam kondisi meninggal dunia.

Tampaknya, di dalam video tersebut, dokter yang diduga ahli syaraf itu tidak mengetahui jika pasien tersebut sudah meninggal dunia. Dia kemudian menyuruh perawatnya untuk memberikan suntikan, padahal pasien sudah ada di rumah sakit sejak lama.

Rumah Sakit Khodijah, Sidoarjo, langsung merespon tersebarnya video terebut. Menurut pihak rumah sakit, tuduhan lalai dalam menangani pasien itu tidak benar. RS Siti Khodijah yang diwakili Advocate Corporate Lawyer Rumah Sakit Muhammadiyah Aisiyah se Jawa Timur, Masbuhin mengungkapkan bahwa pasien masuk rumah sakit pada tanggal 20 Desember 2017.

“Pasien meninggal pada tanggal 21 Desember. Pasien ini menderita penyakit stroke infark atau stroke sumbatan dan meninggal karena cardiac arrest (serangan jantung),” urai Masbuhin kepada dtc.

Masbuhin menjelaskan, penanganan pasien di RS Siti Khodijah itu sudah berdasarkan Standart Operation Prosedure (SOP), diagnosa yang benar, serta menjalankan prinsip-prinsip kedokteran yang benar dan etika kedokteran.

menurut Masbuhin isi di dalam video yang viral di media sosial tersebut tidaklah benar. Pihak rumah sakit, kata dia, juga sudah memberikan penjelasan lengkap mengenai penyakit yang diderita pasien dan sebab kematiannya.

“Dokter dan perawat yang menangani pasien tersebut sudah bekerja berdasarkan SOP, prinsip prinsip umum kedokteran serta kode etik yang ada. Yang viral itu 100 persen tidak benar,” tutupnya.

1 COMMENT

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here