Kontroversi Becak, dari Latihan Genjot hingga Tenaga Listrik

0
194
Becak (foto: Ist)

ORANYENEWS- Moda transportasi roda tiga bertenaga manusia, becak semakin kontroversial. Kontroversi terbaru, pemerintah provinsi berencana mengadakan becak bertenaga listrik.

Adalah Wakil Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Uno yang mengungkapkan dua rencana tersebut,  yaitu pelatihan cara menggenjot yang baik untuk tukang becak dan ide pengadaan becak bertenaga listrik.

Saat menghadiri acara OK OCE di kawasan Tanah Abang,  Sandi mengatakan bahwa baru-baru ini Pemprov DKI Jakarta memiliki program bersama dengan PLN.

“Salah satu yang disorot adalah angkutan perumahan yang ramah lingkungan dan yang diusulkan adalah sepeda listrik,” ungkap Sandiaga Uno, Minggu 28 Januari 2018.

Menurutnya, dalam rapat tersebut ada salah satu usulan untuk melakukan transformasi dari becak konvensional menjadi becak bertenaga listrik.

“Sehingga punya masa depan yang lebih baik,” tambahnya.

Sandiaga Uno lebih lanjut menjelaskan bagaimana nantinya becak listrik tersebut dioperasionalkan para tukang becak nantinya. “Kenapa perlunya latihan genjotan itu, karena kalau sepeda listrik nyalanya pas tanjakan, dia (sepeda listrik) nyala jadi genjotnya agak pelan, kalau turunan ‘dia ngisi’, itu yang kemarin kita bahas,” jelas Sandi.

Tutur Sandi, salah satu fungsi pelatihan untuk tukang becak tengah dipersiapkan bersama tim dari OK OCE. Kata Sandi, salah satu tujuan transformasi ke becak listrik ini agar para tukang becak tetap merasakan pembangunan ekonomi.

Diketahui, bermula dari janji politik Anies Baswedan dengan komunitas masyarakat di Koja, Jakarta Utara, Anies berencana mengaktifkan kembali operasional becak di DKI Jakarta. Anies mengungkap di DKI Jakarta masih ada sekira 300-1.000 becak di Ibukota Indonesia itu.

Dia pun berjanji untuk menata becak untuk transportasi di kampung-kampung,  bukan di jalan protokol.

Belakangan akibat kebijakan ini, tukang becak dari daerah mulai berdatangan ke Jakarta. Jumat 26 Januari 2018, puluhan becak dipergoki turun dari sebuah truk di kawasan Bandengan III, Pekojan,  Tambora, Jakarta Barat.

Kelli (31), warga setempat mengungkapkan becak-becak itu sudah datang sejak Rabu 24 Januari 2018, dan kondisi becak yang turun relatif kondisinya masih baru.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here