Arab Saudi Naikkan Pajak, Menag Diminta Jangan Bebankan Jamaah Haji

0
199
Jamaah haji (foto: Ist)

ORANYENEWS- Kementerian Agama mengusulkan kenaikan ongkos haji tahun ini sebesar 2,58 persen atau Rp900.670 dibandingkan musim haji tahun lalu. Usulan disampaikan dalam raker Kemenag dengan Komisi VIII DPR RI, Senin 22 Januari 2018.

Lukman menjelaskan kenaikan tersebut terjadi karena konsekuensi dari kebijakan Pemerintah Arab Saudi yang memberlakukan tambahan pajak penambahan nilai (PPN) 5 persen untuk pelayanan ibadah haji tahun ini. Kenaikan tersebut menyebabkan komponen biaya langsung dari BPIH mengalami perubahan.

Menteri Agama melanjutkan, PPN 5 persen ini juga akan mengubah pola pemondokan bagi jemaah haji di Madinah serta penambahan frekuensi konsumsi. Lukman Hakim Saifuddin mengatakan biaya pemondokan mengalami kenaikan menjadi 1.000 SAR (Saudi Arabia Riyal) per jemaah. Sebagai konsekuensinya, jamaah haji Indoensia akan mendapat tambahan snack yaitu pada pagi hari dari 25 kali menjadi 50 kali.

Dengan adanya perubahan beberapa komponen biaya langsung dari BPIH, maka kenaikan BPIH dari Rp 34.899.312 pada 2017 diusulkan menjadi Rp 35.790.982 pada 2018.

Sejumlah anggota DPR Komisi VIII menyikapi hal tersebut dengan serius. Mereka meminta Menteri Agama agar dapat melobi Pemerintah Arab Saudi untuk memberikan dispensasi bagi jemaah haji Indonesia. Legislator berasalan, jumlah jemaah haji Indonesia yang paling besar berhak mendapatkan dispensasi.

Anggota Fraksi PAN, Asli Chaidir mengusulkan agar Menteri Agama tetap mempertahankan ongkos haji 2018 sama dengan BPIH tahun 2017. Dia mengatakan, Kementerian Agama harus dapat meninjau ulang usulan kenaikan BPIH dengan pertimbangan calon jemaah haji sudah sangat lama menunggu dan sudah menyetorkan dana haji.

Legislator dari Nasdem mengusulkan agar adanya PPN dari Arab Saudi itu tidak membebani jamaah haji, Kemenag diusulkan dapat menggunakan dana abadi umat untuk menutupi kekurangan tersebut.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here