Kisah Bayi Tak Dikehendaki, Dilakban hingga Ditaruh di Freezer

0
495

ORANYENEWS- Entah apa yang ada di pikiran sang ibu, bayi mungil dan lucu yang baru saja dilahirkan dibuang begitu saja. Bahkan, bayi yang tidak dikehendaki ini sudah mendapat perlakuan sadis, dari dilakban mulutnya hingga ditaruh di dalam freezer berbulan-bulan.

BAYI DILAKBAN DITEMUKAN MUSALLA

Minggu, 10 Desember 2017, merupakan hari tak terlupakan seorang nenek bernama Suali (78). Saat itu dia hendak salat Magrib di Musalla Baetul Hikmah di Desa Kajenengan, Kecamatan Bojong, Kabupaten Tegal.

Di dalam Musalla, Nenek Suali melihat sebuah kantong plastik berwarna pink. Penasaran, dia pun mencoba membuka kantong plastik tersebut dan didapati seorang bayi perempuan dengan mulut dilakban. Sang nenek pun langsung berteriak, mengundang warga sekitar untuk mengetahui perihal penemuan bayi tersebut. Warga pun langsung membawa bayi perempuan tersebut ke bidan Desa Sdri. Siti Munawaroh. Atas kejadian tersebut, masyarakat melaporkan ke Polsek Bojong guna penyelidikan lebih lanjut.

Kapolsek Bojong AKP Sugeng Subagyo bersama dengan anggota mendatangi lokasi ditemukan bayi guna lakukan Penyelidikan. Kapolsek Bojong AKP Sugeng Subagyo, SH menjelaskan bahwa kondisi bayi setelah diperiksa dalam keadaan sehat, menurut perkiraan sementara bayi tersebut berumur sekitar 3 (tiga) hari karena kondisi tali pusar sudah mengering.

BAYI DISIMPAN DI FREEZER 3 BULAN

Rabu, 2 Agustus 2017, karyawan pencucian mobil di Jalan Pulau Bunyu, Kelurahan Kampung I, Tarakan, Kalimantan Utara, hendak mengambil bahan makanan di dalam freezer, saat itu dia terkejut karena justru dia menemukan jasad bayi terbungkus plastik yang sudah membeku. Polisi pun langsung menyelidiki, bayi siapa itu?

Setelah diselidiki, diketahui bahwa ternyata pelakunya adalah SA (24), warga Kelurahan Karang Harapan, Kota Tarakan. Ternyata motifnya adalah mengaku takut jika anaknya nanti tidak bisa memiliki akte kelahiran seperti anak pertamanya.

Kapolres Tarakan AKBP Dearystone Michael Hence Royke Supit mengungkap hasil penyelidikan, bahwa SA adalah istri keempat DO, bos pencucian mobil.

Peristiwa bermula saat SA melahirkan bayi berjenis kelamin perempuan seorang diri di sebuah bak mandi di kamar mandi rumahnya, Jalan Lestar RT 21, Kelurahan Karang Harapan, Kota Tarakan. Dia melahirkan dengan teknik waterbirth (di dalam air) yang diketahuinya dari Youtube.

Nahasnya, SA tidak tahu bagaimana cara menangani bayi pasca persalinan. Hingga bayi yang dilahirkan dalam keadaan hidup meninggal dunia.

Mengetahui bayinya meninggal dunia, SA langsung panik dan langsung membungkus bayi tersebut itu dengan kantung plastik hitam. Kemudian menyimpannya ke dalam freezer.

Selang dua hari, bayi yang sudah membeku tersebut dipindahkan ke dalam sebuah lemari pendingin di tempat pencucian mobil milik suaminya, DO, di Jalan Pulau Bunyu RT 11, Kelurahan Karang Harapan, Kota Tarakan.

“Dari pengakuannya, dia takut ketahuan orang lain di rumah sehingga bayi yang membeku tersebut ditaruh di dalam panci dan disimpan di lemari pendingin di tempat pencucian mobil,” ucap Dearystone Supit.

Panci berisi bungkusan bayi tersebut bercampur dengan beberapa bahan makanan lain. Makanan tersebut untuk karyawan di tempat pencucian mobil. Kemudian, bungkusan tersebut ditemukan pembantu setelah 3 bulan tersimpan.

Pembantu perempuan yang menemukan kemudian melaporkan temuan tersebut ke kantor polisi dibantu oleh suaminya yang juga bekerja di tempat pencucian mobil, Rabu 2 Agustus 2017 sekitar pukul 19:30 Wita. 10 jam kemudian, polisi mengamankan SA yang diduga pelaku penyimpan bayi dalam lemari pendingin tersebut.

SHARE

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here