Peringatan BMKG:  Cuaca Ekstrem Terjadi di Jabar, Jateng, Jatim, dan Banten 26-28 November

0
949

ORANYENEWS- Badan Meteorologi dan Geofisika atau BMKG mengeluarkan peringatan dini bakal terjadinya cuaca ekstren pada 26-28 November 2017. Cuaca ekstrem tersebut berpotensi terjadi di Jawa Barat, Jawa Timur, Jawa Tengah, dan Banten.

Dalam rilis BMKG yang diterbitkan 26 7 November tersebut, disebutkan setidaknya ada tiga analisis yang menyebabkan potensi cuaca ekstrem itu terjadi:

1. Adanya tekanan rendah di Selatan Jawa mengakibatkan area belokan angin yang menyebabkan peningkatan pertumbuhan awan hujan.

2. Aliran masa udara basah dari barat menyebabkan kondisi udara di sekitar Jawa Barat, Jatim, Jateng, dan Banten menjadi sangat tidak stabil.

3. Interaksi kedua fenomena tersebut dengan kondisi cuaca lokal mengakibatkan beberapa potensi cuaca ekstrem di sekitar wilayah Jawa Barat, Jateng, Jatim, dan Banten.

Wilayah yang akan diguyur hujan lebat hingga ekstrem pada tanggal 26-28 November tersebut adalah:

A. JAWA BARAT

Bogor, Depok, Bekasi, Karawang, Sukabumi Selatan, Cianjur, Bandung, Garut, Purwakarta, Subang, Cirebon, Indramayu, Kuningan, Majalengka, Sumedang, Tasikmalaya, Ciamis, Banjar dan Pangandaran.

Potensi angin kencang dan puting beliung terjadi di wilayah:
Bogor, Bandung, Sukabumi, Majalengka, Kuningan, Sumedang, Majalengka, Cirebon, Purwakarta, Pangandaran, Indramayu.

Potensi gelombang tinggi di perairan*:
Perairan Utara Jawa Barat, Perairan Selatan Jawa Barat.

B. JAWA TENGAH

Potensi hujan lebat hingga ekstrem di wilayah:
Ambarawa, Majenang, Wonosobo, Ungaran, Temanggung, Sragen, Semarang, Salatiga, Purworejo, Purwokerto, Purwodadi, Purbalingga, Pati, Mungkid, Magelang, Kendal, Kebumen, Jepara, Demak, Cilacap, Boyolali, Blora, Batang, dan Banjarnegara.

Potensi angin kencang dan puting beliung di wilayah:
Potensi gelombang tinggi di perairan:*
Laut Jawa bagian tengah, Perairan Selatan Jawa Tengah dan Samudera Hindia Selatan Jawa Tengah

C. JAWA TIMUR

Potensi hujan lebat hingga ekstrem di wilayah:
Surabaya, Lamongan, Sidoarjo, Gresik, Batu, Ngawi, Pamekasan, Sampang, Bangkalan, Sumenep, Ponorogo, Bojonegoro, Jombang, Lumajang, Magetan, Nganjuk, Kota Malang, Kab.Malang, Kab. Madiun, Kota Madiun, Kota Pasuruan, Kab.Pasuruan, Kab.Probolinggo, Kab. Kediri, Kab. Mojokerto, Kota Mojokerto, Jombang, Kab. Kediri, Kota Kediri, Trenggalek, Jember, Bondowoso, Pacitan, Tulungagung, Kota Blitar dan Kab. Blitar

Potensi angin kencang dan puting beliung di wilayah:
Surabaya, Lamongan, Sidoarjo, Gresik, Pamekasan, Sampang, Bangkalan, Sumenep, Pacitan, Trenggalek, Tulungagung, Malang, Mojokerto dan Jombang.

Potensi gelombang tinggi di perairan:
Perairan Kepulauan Masalembu, Perairan Pulau Bawean, Laut Jawa bagian timur, Perairan Selatan Jawa Timur dan Samudera Hindia Selatan Jawa Timur.

D. BANTEN

Potensi hujan lebat hingga ekstrem di wilayah:
Kab. Pandeglang bagian Barat, Utara dan Selatan, Kab. Lebak bagian Tengah dan Selatan, Kab. Tangerang, Kota Tangerang dan Kota Tangsel.

Potensi angin kencang di wilayah:
Kab. Pandeglang bagian Barat, Utara dan Selatan, Kab. Lebak bagian Tengah dan Selatan, Kab. Tangerang, Kota Tangerang dan Kota Tangsel.

Potensi gelombang tinggi di perairan:
Selat Sunda bagian Selatan.

WASPADA LONGSOR DAN PUTING BELIUNG!

Dalam kesempatan tersebut BMKG mengimbau agar masyarakat waspada dengan potensi genangan, banjir, banjir bandan maupun longsor di kawasan yang berpotensi hujan lebat.

Waspada! khususnya otoritas transportasi terhadap potensi genangan yang bisa muncul di jalan raya, kereta api, dan bandar udara Waspada puting beliung dan angin kencang khususnya pada sore hingga menjelang malam hari.

Waspada! kejadian kilat dan petir dan disarankan tidak berlindung dibawah pohon. Menyiapkan diri dengan selalu memawa payung dan jas hujan ketika keluar rumah. Memeriksa kendaraan ketika akan melakukan perjalanan serta memerika ban untuk bersiap kondisi jalanan licin.

POTENSI GELOMBANG TINGGI, TUNDA MELAUT!

Masyarakat yang beraktifitas di perairan/Laut dihimbau agar:

Waspada pada perubahan kondisi cuaca di laut tiba-tiba akibat adanya awan Cumulonimbus Menunda aktifitas penangkapan ikan secara tradisional hingga gelombang tinggi mereda.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here