10 Aksi Bom Bunuh Diri di Tanah Air

0
942
Pelaku teroris di Jalan Thamrin. (ist)

JAKARTA- Bom bunuh diri yang dilakukan dua orang pelaku di terminal Kampung Melayu membawa kembali ingatan kepada rentetan aksi bom bunuh diri yang terjadi di Tanah Air. Sejak tahun 2000, tercatat sudah ada 11 peristiwa bom bunuh diri terjadi dan memakan banyak korban.

  1. BALI 2002

Di tengah turis dari dalam dan luar negeri sedang menikmati hiburan, dikagetkan dengan tiga kali ledakan yang mengguncang. Peristiwa itu terjadi pada 12 Oktober 2002 malam. Dua ledakan terjadi di Paddy’s Club dan Sari Club di Kuta, dan ledakan terakhir terjadi dekat kantor konsulat Amerika Serikat, Denpasar, Bali.

Ledakan di tempat keramaian tersebut memakan korban sangat banyak 202 orang meninggal dunia dan 209 orang lainnya mengalami luka dan cedera. 164 korban tewas merupakan warga negara asing dari 24 negara, sedangkan 38 orang lainnya dari WNI.

Monumen Bom Bali I (ist)

Bom bunuh diri di Paddy’s Club dilakukan orang Iqbal dengan mengenakan bom rompi. Di Sari Club pelaknya adalah Jimi, dengan menggunakan bom mobil, sedangkan bom di dekat konsulat AS dilakukan Ali Imran, menggunakan bom seberat 6 kg dengan diremote dari rumah kontrakannya sendiri.

Peristiwa ini menjadi pemberitaan luas di negara lain dan menjadikan peristiwa terorisme terparah di Tanah Air.

  1. JW MARRIOT 2003

5 Agustus siang, di tengah para pekerja tengah sibuk menjalankan aktivitas, tiba-tiba sebuah bom mobil meledak di JW Marrior. Asmar Latin Sani, pelaku bom bunuh diri mengendarai kijang nopol B 7462 ZN

12 orang tewas dan 150 lainnya mengalami luka-luka, akibat ledakan bom tersebut hotel JW Marriot tutup selama 5 pekan, dan baru dibuka pada 8 September 2003, hari Senin.

Bom di JW Marriot (foto: ist)
  1. KEDUBES AUSTRALIA 2004

Suasana lalu lintas di kawasan Kuningan pagi pukul 10.30 WIB, 9 September 2004 mendadak dikagetkan dengan sebuah bom mobil yang meledak di depan Kedubes Australia. Dari peristiwa ini sebanyak 9 orang meninggal dan 161 lainnya mengalami luka-luka.

Pelaku bom bunuh diri bernama Heri Kurniawan alias Heri Golun. Dia mengendarai van mini jenis Daihatsu berwarna hijau. Selang sebulan, polisi menangkap 4 pelaku lain yang dianggap terlibat, seperti Rois, Ahmad Hasan, Apyu, dan Sogir alias AbdulFatah di Kampung Kaum, Leuwilianng, Bogor.

Dalam peristiwa ini muncul dua buah nama yang kemudian menjadi populer dalam pemberitaan terkait terorisme, keduanya adalah Noordin M Top dan Doktor Azhari bin Husin.

Bom di Kedubes Australia.
  1. BALI II 2005

Belum pulih ingatan akan bom Bali I yang terjadi 12 Oktober 2002 malam, menewaskan 202 orang, 164 korban adalah warga negara asing yang berasal dari 24 negara. Kini ledakan bom kembali terjadi di Bali pada 1 Oktober 2005.

Tiga buah ledakan terjadi di kuta dan dua ledakan lainnya terjadi di Jimbaran. Dalam aksi bom Bali II ini sebanyak 23 orang tewas dan 196 lainnya mengalami luka. Mirip dengan Bom Bali I, korban kebanyakan adalah warga negara asing.

Ketiga pelaku Bom bunuh diri Bali II adalah Muhammad Salik Firdaus, Misno, dan Ayib Hidayat. Lain itu, nama Noordin M Top dan Azhari bin Husein juga disebut ikut andil dalam bom Bali II.

  1. JW MARRIOT DAN RITZ CARLTON 2009

Mirip dengan Bali II, Bom yang terjadi di JW Marriot juga untuk yang kedua kalinya. Setelah kejadian Agustus 2003, kini ledakan terjadi pada Jumat pagi 17 Juli 2009. Dani Dwi Permana melakukan bom bunuh diri di Hotel JW Marriot, lima menit kemudian rekannya yang bernama Nana Ikhwan Maulana meledakkan diri di Hotel Ritz Carlton.

Korban ledakan meninggal dunia lebih sedikit dari peristwa tahun 2003 lalu, 50 orang di antaranya terluka, ada warga negara asing yang turut menjadi korban. Dalam peristiwa ini ditengarai melibatkan 11 orang dengan otak utamanya adalah Nurdin M Top dan Ibrohim, yang menyelundupkan bom ke hotel.

Dalam peristiwa tersebut, 7 orang meninggal dunia dan 50 orang terluka, dari WNI hingga warga negara asing. Ada tiga buah bom, dua bom rakitan berdaya rendah meledak, dan satu bom lainnya tidak meledak, ditemukan di kamar 1808 Hotel JW Marriot. Kamar tersebut, sejak dua hari lalu ditempati pelaku pengeboman.

Peristiwa ini cukup menggemparkan karena dua hari ke depan,hotel tersebut akan kedatangan tamu penting, yaitu tim sepakbola Manchester United, yang akan bertanding dengan All Star Indonesia pada 20 Juli 2009. Akhirnya, pertandingan tersebut batal digelar.

  1. KALIMALANG 2010

Ahmad Abdul Rabani alias Abu Ali pada 30 September 2010 membawa bahan peledak d engan menggunakan sepeda ontel. Dia membawanya melintasi kawasan Sumber Artha, Jalan KH Noer Ali, Kalimalang, Bekasi.

Mendadak sepedanya menabrak marka jalan, bahan peledak yang dibawanya pun meledak. Bahan bom itu terdiri dari paralon, periuk nasi, karbit, mesiu, dan paku. Meledaknya bom paku tersebut hanya berjarak beberapa meter dari anggota polisi AKP

Heri, dia adalah Kepala Unit Petugas Pengatur Lalu Lintas Polres Bekasi.

Akibatnya, bom yang dibawanya sendiri itu mengenai dirinya sendiri. Abu Ali pun mengalami luka di wajah, pipi, leher, serta pada pada bagian lengan kanan, dan kaki kanan.

Saat digeledah, pelaku diketahui membawa tas hitam, korek api, botol air mineral, uang Rp3 ribu, dan sebuah tulisan: “Ini adalah balasan untuk kalian sekutu-sekutu setan yang membunuh, menghukum, menghukum mati dan menahan mujahidin.” Dia pun akhirnya dijatuhi vonis 5,5 tahun penjara.

  1. MASJID MAPOLRESTA CIREBON 2011

Muhammad Syarif Astanafarif meledakkan bom yang terpasang di tubuhnya di Masjid Al Dzikro pada 15 April 2011. Bom meledak di masjid yang berlokasi di dalam komplek Markas Kepolisian Resort Kota (Mapolresta) Kota Cirebon, itu sekira pukul 12.15 WIB, saat tengah berlangsungnya salat Jumat.

Sebanyak 25 orang anggota polisi, termasuk Kapolresta Cirebon (saat itu) AKBP Herukoco mengalami luka-luka, dan langsung dibawa ke Rumah Sakit Pelabuhan Cirebon dan Rumah Sakit Tentara Cermai Cirebon

Saksi mata menceritakan, peristiwa terjadi saat khatib membacakan khutbah Jumat. Saat khatib hendak menyelesaikan khutbahnya, dan bersiap salat, Muhammad Syarif Astanafarif memasuki masjid dan berbaur ke dalam barisan saf ketiga. Kemudian imam mengucapkan takbi, barulah terjadi ledakan bom dan melukai orang-orang yang berdekatan dengan pelaku.

  1. GEREJA SOLO 2011

Suasana kebaktian yang tadinya khidmat mendadak mencekam usai para jamaah keluar Gereja Bethel Injil Sepenuh Kepunton. Adalah Achmad Yosepa Hayat alias Ahmad Abu Daud tiba-tiba meledakkan diri di halaman gereja tersebut. Peristiwa itu terjadi 25 September 2011.

Akibat ledakan tersebut, 28 orang terluka, dan pelaku bom bunuh diri tewas di lokasi kejadian. Bom dibawa pelaku di dalam jaket yang dipakai, kemudian diledakkan dengan sebuah saklar. Diduga pelaku adalah anggota jaringan teroris Cirebon, yang juga pernah melakukan aksi bunuh diri di Masjid Mapolresta Cirebon. Usai bom bunuh diri Cirebon, sebenarnya Ahmad juga sudah termasuk di dalam DPO polisi..

  1. MAPOLRES POSO 2013

Pagi pukul 08.00 WITA pagi, 3 Juni 2013, merupakan hari yang tak pernah terbayangkan bagi anggota polisi yang tengah berjaga di pos penjagaan Mapolres Poso.

Seseorang tak dikenal mengendarai sebuah motor melaju begitu saja ke dalam Kompleks Mapolres Solo. Saat ditanya, yang bersangkutan tidak menjawab dan melaju, dan 35 meter dari lokasi, tepat di depan masjid Mapolres, terjadi ledakan kecil yang disusul ledakan besar. Pelaku pun tewas di lokasi kejadian, selain itu hanya seorang pekerja bangunan yang lengan kirinya terluka.

  1. BOM THAMRIN 2016

Sekira pukul 11.40 WIB, pukul 14 Januari 2016, sebuah ledakan terdengar dari dalam Starbuck Cafe di area Djakarta Theatre. 20 detik kemudian, terjadi lagi ledakan di pos lalu lintas depan Sarinah. Korban pun berjatuhan, seorang polisi, pengendara motor yang tengah ditilang, dan pelaku bom bunuh diri, langsung tergeletak di lokasi bom.

Saat masyarakat mengerubungi lokasi kejadian, ternyata, masih ada dua pelaku teroris lainnya yang membawa senjata api dan bom. Kemudian, keduanya pun langsung menebar tembakan ke kerumunan masyarakat yang tengah melihat, akibatnya ada beberapa orang yang terkena tembakan. Tapi, tak lama kemudian posisi kedua pelaku tersebut terdesak, dan tersudut hingga akhirnya seorang pelaku tertembak mati, dan seorang lagi melakukan aksi bom bunuh diri.

Korban meninggal dunia berjumlah tujuh orang, mereka adalah:

  1. Ahmad Muhazan – pelaku, kelahiran 5 Juli 1990, alamat di Krangkeng, Indramayu, Jawa Barat. (pelaku bom bunuh diri di Starbuck Café)
  2. Muhamad Ali – pelaku, kelahiran 17 Maret 1976, alamat di Kampung Sanggrahan, Kembangan, Jakarta Barat. (Pelaku bom bunuh diri di pos polisi)
  3. Dian Juni Kurnadi – pelaku, kelahiran tahun 1990, alamat di Jalan Jenderal Sudirman Kav 18, Jakarta dan Kotawaringin, Kalimantan Tengah. (pelaku penembakan dan tewas di depan Starbuck)
  4. Afif alias Sunakin – tanggal lahir belum diketahui. (pelaku penembakan, kemudian bunuh diri dengan bom yang dibawanya).
  5. Sugito – Warga sipil, kelahiran 23 Februari 1973, alamat di Purwasari, Karawang, Jawa Barat. Tewas di pos polisi saat tengah ditilang polisi.
  6. Rico Hermawan – Warga sipil, kelahiran tahun 1995
  7. Amir Quali Tamer – WNA Kanada, kelahiran 23 Juni 1990.

11. Mapolresta Surakarta, Juli 2016

Selang beberapa bulan dari peristiwa bom bunuh diri di Thamrin, peristiwa bom bunuh diri kembali terjadi di Mapolresta Surakarta. Nurahman yang diketahui sebagai pelaku bom bunuh diri yang terjadi 5 Juli 2016 itu pun langsung tewas seketika, seorang polisi juga terluka akibat serangan tersebut.

Kapolri Jenderal Polisi Badrodin Haiti mengungkap bahwa, Nur Rohman diduga adalah seorang yang berhasil melarikan diri dari penggerebekan yang dilakukan polisi di Taman Harapan Baru, Kelurahan Pejuang, Kecamatan Medan Satria, Kota Bekasi.

Polisi awalnya sudah mengetahui keberadaan Nur Rohman di Jawa Timur, tapi kemudian polisi kehilangan jejek sehingga baru diketahui setelah bom bunuh diri tersebut.

12. KAMPUNG MELAYU 2017

24 Mei malam, dua buah ledakan terjadi di terminal Kampung Melayu, Jakarta Timur. Di dekat toilet terminal, sekira pukul 21.00 WIB ledakan terjadi pertama kali, selang 5 menit kemudian bom kedua juga meledak. Korban pun berjatuhan, termasuk sejumlah polisi yang sedang beristirahat dan berjaga di Halte Transjakarta Kampung Melayu.

Dua pelaku bon bunuh diri dan juga 3 orang polisi meninggal du lokasi, belasan orang luka-luka dalam peristiwa tersebut. Polisi masih selidiki asal muasal pelaku, dari jaringan teroris mana.

SHARE

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here