Istilah Alquran Digunakan Politikus PKS untuk Transaksi Korupsi

0
547
Yudi Widiana, politikus PKS.

JAKARTA- Banyak cara dilakukan koruptor untuk mengelabui penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), khawatir disadap telepon selulernya, mereka pun mencoba menggunakan bahasa sandi. Nah, kali ini istilah dalam Alquran dipakai untuk bahasa sandi korupsi. Ironinya, pelakunya adalah politisi PKS, partai Islam.

Aksi tak terpuji anggota DPR Komisi V DPR YUDI Widiana Adia tersebut terungkap dalam surat dakwaan So Kok Seng alias Aseng, terdakwa dalam kasus program aspirasi DPR dalam pembangunan jalan di Maluku dan Maluku Utara.

Yudi Widiana, politikus PKS.

Peristiwa bermula dari perkenalan Aseng, Komisaris Cahaya Mas Perkara, dengan Muhammad Kurniawan (eks anggota DPRD Bekasi dari PKS) yang berlangsung sejak tahun 2008. Nah, tahun 2014 lalu Kurniawan bekerja sebagai tenaga honorer Komisi V DPR RI dan sering berkomunikasi dengan Yudi sebagai anggota Komisi V DPR.

Dalam dakwaan, tahun 2014 lalu, Yudi meminta bantuan kepada Kurniawan agar untuk mengupayakan program aspirasi tahun 2015. Kurniawan pun menyanggupi permintaan tersebut, dan memuluskan rencana tersebut melalui Yudi Widiana Adia. Aseng juga menyanggupi memberikan komitmen fee sebesar 5 persen dari nilai proyek tersebut.

Program aspirasi Yudi Widiana Adia pun akhirnya disetujui Kementerian PUPR, dia pun akhirnya berkomunikasi dengan Kurniawan terkait uang komitmen fee dari Aseng. Akhirnya, disepakati pemberian uang komitmen sebesar Rp2 miliar oleh staf Aseng kepada Muhammad Kurniawan di basement Hotel Alia Cikini, Jakarta Pusat. Lalu, Aseng memberikan uang Rp2 miliar, sisa dari komitmen fee. Uang tersebut diberikan dalam bentuk rupiah dan dolar Amerika Serikat. Total uang yang diterima dari Aseng sejumlah Rp4 miliar.

Kurniawan pun bersepakat untuk memberikan uang tersebut kepada Yudi melalui stafnya, Paroli atau Asep. Pertemuan dilakukan 12 Mei 2015 pukul 23.00 WIB di pom bensi tol Bekasi Barat.

2 hari kemudian, Kurniawan melaporkan penyerahan uang tersebut kepada Yudi melalui pesan singkat. Pesan singkat itu, dilakukan dengan bahasa sandi atau kode.

BERIKUT ISI SMS YUDI-KURNIAWAN:

Kurniawan: “Semalam sudah liqo (bertemu) dengan asp (Asep) ya”

Yudi Widiana: “Naam (iya), brp juz”.

M Kurniawan: “Sekitar 4 juz lebih campuran”.

Kemudian, M Kurniawan SMS lagi:

“itu ikhwah ambon yg selesaikan, masih ada minus juz yg agak susah kemarin, skrg tinggal tunggu yg mahad jambi”

Yudi Widiana: “Naam..yg pasukan lili blm konek lagi?”

Kurniawan: “sdh respon bebeberapa..pekan depan mau coba dipertemukan lagi sisanya”

Dalam persidangan tersebut, Aseng terungkap tak hanya memberikan uang kepada Yudi Widiana. Dia juga memberikan uang kepada anggota DPR lainnya seperti Damayanti Wisnu Putranti, Musa Zainuddin, dan Amrah Hi Mustary. Uang tersebut diberikan untuuk memuluskan program aspirasi DPR untuk pembangunan Jalan di Maluku dan Maluku Utara.

SHARE

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here