Tahun 2020, Tarif Iuran BPJS Kesehatan Kembali Naik

Tahun 2020, Tarif Iuran BPJS Kesehatan Kembali Naik
Ilustrasi / Foto : ANTARA/Aditya Pradana Putra

Oranyenews.com, Jakarta – Belakangan sangat santer kabar terkait pemberitaan tentang adanya kenaikan tarif BPJS Kesehatan.

Hal tersebut juga seiring dengan maraknya kenaikan harga cukai tembakau, sehingga secara tidak langsung akan mempunyai imbas pada harga rokok eceran.

Nah, pada kenyataannya, tidak hanya harga rokok saja yang diklaim akan naik hingga 35 persen di tahun 2020, melainkan pihak pemerintah juga akan menaikkan iuran peserta BPJS Kesehatan.

Adanya kebaikan iuran BPJS, sudah tertuang dalam Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 75 Tahun 2019, yaitu Tentang Perubahan atas Perpres Nomor 82 Tahun 2018.

Peraturan tersebut mengenai Jaminan Kesehatan, yang sudah ditandatangani oleh Presiden Jokowi pada 24 Oktober 2019.

Pada peraturan presiden tersebut, dijelaskan jika untuk bisa meningkatkan kualitas yang berkesinambungan, khususnya dalam program jaminan kesehatan, maka perlu dilakukan langkah penyesuaian.

“Bahwa untuk meningkatkan kualitas dan kesinambungan program jaminan kesehatan perlu dilakukan penyesuaian beberapa ketentuan dalam Peraturan Presiden Nomor 82 Tahun 2018 tentang Jaminan Kesehatan,” demikian dalam Perpres tersebut.

Dijelaskan pada Pasal 34 Perpres No 75/2019, sudah tercantum iuran bagi Peserta Bukan Penerima Upah (PBPU) dan peserta Bukan Pekerja (BP).

Dari sisi untuk kelas tarif mandiri, yakni dengan manfaat pelayanan di ruang kelas perawatan kelas III, maka akan mengalami kenaikan dari Rp 25.000 menjadi Rp 42.000 untuk setiap peserta per bulan. Tercatat jika kenaikan tersebut sebesar Rp 16.500.

Selanjutnya, untuk iuran kelas mandiri II, yakni dengan manfaat pelayanan di ruang perawatan kelas II, maka akan menerima kenaikan dari Rp 51 ribu menjadi Rp 110 ribu untuk setiap peserta setiap bulannya.

Sedangkan untuk pelayanan yang berada di perawatan kelas I, akan naik dari Rp 80 ribu menjadi Rp 160 ribu untuk setiap peserta di tiap bulan.

Hingga saat ini, masih muncul polemik diantara kalangan masyarakat. Hal tersebut dikarenakan kenaikan iuran tersebut masih terlalu tinggi.

Bahkan tidak sedikit yang menilai jika adanya kenaikan BPJS Kesehatan mencekik kalangan masyarakat kebawah.

Sehingga untuk solusi yang lebih baik, banyak dari mereka yang berharap supaya penerapan kenaikan Iuran BPJS dilakukan secara bertahap. Yakni dengan kenaikan dari yang terkecil lebih dulu.

Bagikan Yuk..!

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here