Gunung Kidul Heboh Kasus Antraks, Ini Cara Cegah Penularannya

Gunung Kidul Heboh Kasus Antraks, Ini Cara Cegah Penularannya
Ilustrasi cuci tangan / Foto : Shutterstock/Subbotina Anna

Oranyenews.com, Gunung Kidul – Terhitung sejak Desember 2019 lalu, Gunung Kidul tertimpa kasus antraks dan memerlukan perhatian serius.

Berdasar dari data yang dihimpun oleh Kementerian Kesehatan (Kemenkes), sebanyak 96 warga yang diduga mengalami antraks, 27 diantaranya dinyatakan positif.

Untuk mencegah penyebaran dari penyakit tersebut, tentu ada beberapa cara yang bisa dilakukan, termasuk juga dengan menggunakan vaksin.

Dilansir dari website resmi Departemen Peternakan dan Biro Kesehatan Hewan Montana, Amerika Serikat 9AS), Senin (20/1/2020), vaksin antraks pada dasarnya tersedia untuk melindungi hewan ternak ataupun hewan lainnya.

Serta hanya bisa dibeli melalui dokter hewan swasta. Suntikan yang dilakukan bisa oleh peternak secara pribadi, atau juga dokter hewan.

Terlepas dari itu, para peternak juga bisa mencegah penularan antraks dengan melaakukan beberapa upaya, salah satunya ialah secara rutin mencuci tangan dengan bersih pasca memegang ternak.

Dalam hal ini, peternak bisa mengalami penyakit pada kulit akibat antraks serta membutuhkan perawatan dengan menggunakan antibiotik khusus.

Apabila peternak mengalami sakit atau muncul lesi pasca memegang ternak, maka disegerakan menemui dokter guna memperoleh perawatan.

Hindari pula anjing dari padang rumput serta jauhkan dari bangkai hewan yang mati selama wabah antraks merebak.

Meski dilaporkan jika anjing kebal terhadap antraks, akan tetapi mereka bisa mengembangkan infeksi dari bakteri serta memungkinkan untuk memperoleh perawatan.

Selain menghindari adanya kontak dengan objek yang terinfeksi, seseorang juga wajib waspada dengan lingkungan atau peralatan yang digunakan hewan ternak.

Jangan pula berenang pada tangki atau kolam yang stagnan, khususnya pada wilayah hewan yang banyak sakit dan mati.

Dalam hal ini, kolam dengan air mengalir dianggap lebih aman, lantaran airnya bergerak dan akan mengurangi organism.

Tidak hanya bisa menular pada para peternak, virus antraks juga bsia menular kepada orang yang gemar berburu.

Sehingga sangat dianjurkan untuk memakai sarung tangan lateks, tepatnya ketika memproses hewan buruannya.

Hal tersebut dilakukan untuk pencegahan dari kemungkinan terpapar bakteri, virus, dan parasit pada hewan buruan tersebut.

Sedangkan untuk daging yang dimasak dengan matang, bisa dianggap aman untuk konsumsi. Pasalnya virus dan beberapa mikro-organisme, bisa mati dengan proses masak yang tepat.

Lebih lanjut, warga pun diharap untuk tidak mengumpulkan tanduk, ataupun tengkorak dari binatang yang mengidap antraks.

Sebab virus tersebut bisa bertahan hidup meski tulang tersebut sudah di putihkan.

Bagikan Yuk..!

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here