Kesulitan Tidur Malam? Bisa jadi Kamu Berisiko Mengalami Afib

0
85

Jika kamu mengalami masalah Kesulitan Tidur Malam, kamu mungkin berisiko mengalami atrial fibrilation (Afib), detak jantung tidak teratur yang dapat menyebabkan palpitasi jantung dan merupakan penyebab utama stroke.

Sebuah studi yang diterbitkan secara daring pada 25 Juni 2018 oleh Heart Rhythm meninjau empat studi dan menemukan hubungan antara afib dan tidur yang buruk.

Harvard
health Harvard

Dalam sebuah penelitian seperti dilaporkan laman health Harvard edu, orang dengan afib mengalami lebih sering terbangun di malam hari dibandingkan dengan mereka yang tidak memiliki kondisi tersebut.

Dalam penelitian lain, kualitas tidur yang buruk, termasuk terbangunnya waktu malam dan kurang tidur (REM) Rapid Eye Movement) atau tidur nyenyak, meramalkan individu mana yang akan berkembang menjadi afib.

tidur buruk
kualitas tidur yang buruk ( Ilustrasi)

Tidak jelas bagaimana tidur yang buruk mungkin menjadi faktor risiko yang mungkin untuk afib, tetapi para peneliti mencatat bahwa penelitian lain menunjukan bahwa sleep apnea, gangguan di mana pernapasan anda berulang kali berhenti dan restart -juga dikaitkan dengan risiko afib yang lebih tinggi. Meskipun alasan sebenarnya tidak diketahui.

Mereka menyarankan orang-orang berbicara dengan dokter mereka tentang masalah tidur dan mencoba untuk berlatih untuk mendapatkan tidur yang lebih baik. Misalnya dengan pergi tidur pada waktu yang sama setiap malam, menciptakan lingkungan tidur yang gelap dan sejuk, menghindari kafein dan melihat gadget atau gawai sebelum tidur.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here