Terapi High Intensity Focused Ultrasound (HIFU) untuk Penderita Tumor Jinak pada Rahim

0
121

ORANYENEWS- Uterine fibroid adalah tumor jinak (non-kanker) yang tumbuh di dalam rahim dan umumnya terjadi pada perempuan selama masa suburnya.

Meski penyakit ini sangat umum dan sering tidak menimbulkan gejala, penyakit uterine fibroid seringkali menyebabkan berbagai masalah seperti pendarahan menstruasi yang berat dan berkepanjangan, sakit panggul, serta sering buang air kecil.

Pengobatan dengan menggunakan jaringan ultrasonik atau ‘High Intensity Focused Ultrasound (HIFU)’ untuk penyakit pada gejala yang dialami pasien, besarnya tumor, keinginan untuk hamil dan preferensi dari dokter kandungan. Seorang ahli kandungan (ginekolog) yang berpengalaman menangani penyakit uterine fibroid baru-baru ini melakukan penelitian dengan membandingkan preferensi pengobatan pada perempuan
yang ingin hamil dan yang tidak.

Meski penggunaan pengobatan medis terbaru atau terapi dengan invasif minimal semakin meningkat, tetapi terapi bedan konvensional seperti dengan myomectomy dan hysterectomy masih banyak dianjurkan oleh para ginekolog.

Di sisi lain, ada pula perempuan dalam jumlah yang cukup besar tidak mau menjalani pengobatan dengan cara bedah atau operasi. Khususnya mereka yang khawatir jika pembedahan dapat berdampak pada kemampuan mereka untuk hamil dan melahirkan.

Dilandasi semangat untuk berinovasi dan memperluas opsi pengobatan bagi pasien, Farrer Park Hospital Singapore menyediakan terapi HIFU untuk penderitan uterine fibroid, yang dilakukan secara eksklusif pada salah satu unit kliniknya yaitu Fibroid Clinic @ Day Surgery Suite.“Dalam rangka mencari cara-cara lain yang bernilai keepada para pasien, solusi ini merupakan proses baru yang membuat pasien lebih merasa nyaman dan menawarkan opsi pengobatan terbaru dengan hasil yang lebih baik,” kata Dr. Lee
Keen Whye, spesialis kandungan dan kebidanan pada Farrer Park Hospital Singapore.

HIFU adalah teknologi terbaru untuk pengobatan uterine fibroids, adenomyoma, adenomyosis dan jenis kanker tertentu. Prosedur non-invasif ini menggunakan gelombang ultrasonik terfokus untuk membangkitkan panas yang akan menghancurkan tumor jinak maupun ganas.

FPH adalah rumah sakit pertama di Asia Tenggara yang menggunakan terapi tersebut.

Melalui kerjasama dengan produsen sistem terapi dengan gelombang ultrasonik asal China yaitu HAIFU, FPH beserta para dokter dari organisasi spesialis kebidanan dan kandungan Singapore Obstetrics & Gynecology (SOG) memberikan opsi terapi baru ini—
yang sebelumnya telah digunakan di berbagai negara seperti Inggris Raya, Jerman, China dan Korea—kepada para pasien di Asia Tenggara.

Konsep penggunaan panas yang sangat tinggi melalui gelombang ultrasonik dengan tujuan pengobatan bukanlah sesuatu yang baru. HIFU pertama kali digunakan pada tahun 1940an untuk mengobati penyakit otak seperti Parkinson, Pada tahun 1990-an, terapi ini mulai digunakan untuk pengobatan penyakit pada mata seperti glaucoma, dan lain-lain. Teknologi ini memiliki kemampuan unik untuk mematikan tumor jaringan lunak
yang terdalam.

Tumor tersebut dapat dihilangkan seperti yang terjadi pada hati, ginjal, pancreas dan payudara; serta uterine fibroid, hipertropi prostat jinak dan kanker prostat. Beberapa tahun belakangan, HIFU telah digunakan untuk mengobati tumor jinak maupun ganas pada berbagai bagian tubuh. Terapi non-invasif ini memungkinkan pengobatan pada tumor tanpa pembedahan dan menawarkan opsi baru pada pasien yang tidak bisa atau tidak mau menjalani pembedahan. HIFU bertujuan untuk meningkatkan dan mempertahankan bagian tumor yang terisolasi pada suhu di atas 60 derajat Celsius selama lebih dari satu menit sehingga sel tersebut akan mati secara cepat.

Teknologi HIFU terbaru kini tersedia di Farrer Park Hospital Singapore Fibroid Clinic.

“Pengobatan dengan HIFU sangat efektif bagi pasien uterine fibroid yang ingin memiliki anak-anak. Terapi ini dapat mengurangi periode persiapan kehamilan setelah pengobatan secara signifikan bagi pasien. Selain itu pengobatan ini dapat pula meningkatkan kesuburan bagi pasien yang memiliki catatan sejarah kemandulan dan kelahiran yang abnormal. Singkatnya, sebagai teknik pengobatan non-invasif, HIFU dapat digunakan secara aman bagi penderita uterine fibroid yang ingin hamil,” kata Dr. Lee, yang juga merupakan anggota SOG.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here