KAMI Bawakan Tema The lazy Sunday Morning di Seoul Fashion Kode 2018

0
224
(foto: KAMI)

ORANYENEWS – Bertempat di S-Factory, Seoul, Korea Selatan, hari ini label pakaian modest, Kami, menampilkan koleksi terbarunya di ajang Seoul Fashion KODE 2018. Kesempatan untuk tampil di Seoul Fashion KODE 2018 ini merupakan hasil dari kolaborasi manis antara Jakarta Fashion Week (JFW), Indonesia Fashion Forward (IFF) dan Korea Creative Content Agency (KOCCA), dimana Kami merupakan salah satu designer yang tergabung di dalam Indonesia Fashion Forward (IFF). Memasuki tahun kesembilan berkarya di dunia fashion, ini merupakan kali pertama bagi Kami menampilkan hasil karyanya di Korea. Ini sekaligus menjadi momen bagi Kami untuk memperkenalkan industry modest fashion di pasar Asia Timur.

Kami mendapat kesempatan untuk menampilkan rancangannya bersama dengan perwakilan designer Indonesia lainnya yaitu Bateeq. Peragaan busana yang berlangsung selama kurang lebih 30 menit ini mendapat sambutan hangat dari para pecinta fashion di Korea. Kami menampilkan sebanyak kurang lebih 13 rancangan terbaiknya yang mengusung tema “The Lazy Sunday Morning”. Tema ini terinspirasi dari pakaian-pakaian rumahan (home wear dan lounge wear) seperti piyama, kimono, serta jenis pakaian longgar yang biasa di pakai di rumah. Menurut Nadya Karina, Creative Director dan Co-founder Kami, tema “The Lazy Sunday Morning” bercerita mengenai aktivitas di hari minggu pagi, tentang bagaimana perasaan perempuan yang bangun agak telat di hari Minggu pagi, dengan perasaan dan suasana mood yang bahagia dan bermain dengan koleksi pakaian yang dikenakan untuk tetap terlihat cantik. Didesain dengan simple tanpa adanya payet, baju-baju yang dipersembahkan oleh Kami tetap mengunggulkan keunikan motif cetak (printed design) pada penggunaan materialnya yang didominasi design dengan corak menyerupai marmer. Disamping mengedepankan koleksi dengan unsur motif, untuk permainan warna Kami lebih banyak menampilkan warna-warna natural seperti off-white, hijau lumut, krem, abu-abu dan warna peach.

Selain menampilkan koleksinya di atas panggung runaway, selama 3 hari acara Seoul Fashion KODE 2018 berlangsung, yakni dari tanggal 15-17 Maret 2018, Kami juga berkesempatan untuk memamerkan koleksinya kepada para buyer di Exhibition Hall B, S-Factory, Seoul. Setidaknya total ada kurang lebih 100 buyers local dari Korea Selatan, dan hampir sekitar 50 buyers internasional. “Kami berusaha memaksimalkan momen ini untuk dapat berinteraksi sekaligus menjelaskan langsung kepada para buyer mengenai koleksi Kami dan peluang untuk bisnis Kami di Korea Selatan. Kami berharap, setelah acara ini, bisa menambah channel bisnis Kami serta semakin memperluas lagi target market Kami khususnya di pasar Asia Timur”, ungkap Istafiana Candarini, Director dan Co-founder Kami. Hal ini memang menjadi salah satu rencana Kami yang saat ini memasuki tahun kesembilan di industri fashion Indonesia.

Kami sangat antusias selama berada di Korea Selatan meskipun dipenuhi dengan jadwal yang padat yakni mulai dari mengikuti rangkaian Seoul Fashion and Cultural Visit yang diadakan oleh Jakarta Fashion Week hingga melakukan sesi pemotretan dan syuting video untuk campaign kolaborasinya bersama Wardah Cosmetics. Dalam kesempatannya mengikuti Seoul Fashion KODE 2018 ini, Kami menggandeng Wardah Cosmetics yang memberikan dukungan kepada Kami serta turut ikut dalam perjalanan Kami selama di Seoul. Selain campaign kolaborasi, Wardah juga membawa pemenang Wardah Fashion Award 2017 untuk berkolaborasi bersama Kami di balik panggung fashion show. Seperti yang telah diketahui, Wardah Fashion Award merupakan ajang pencarian designer muda berbakat yang diadakan oleh Wardah Cosmetics untuk para designer muda yang sedang menempuh pendidikan di berbagai universitas fashion di Indonesia. Dua orang dari pemenang Wardah Fashion Award 2017 ini berkesempatan untuk merasakan pengalaman di balik panggung runaway dan dapat belajar mengenai bagaimana persiapan designer dalam menampilkan koleksinya di panggung internasional. Selanjutnya diharapkan dari kolaborasi Wardah dengan Kami ini sekaligus menjadi kick-off untuk penyelenggaraan Wardah Fashion Award berikutnya.

Tentang Kami

Kami adalah label Indonesia untuk pakaian modest yang diperuntukkan bagi wanita. Ide besar label ini adalah menampilkan kesan wanita cantik dan cerdas, yang menekankan orisinalitas dan kenyamanan dalam setiap kesempatan. Pada tahun 2009, Kami didirikan oleh Istafiana Candarini, Nadya Karina, dan Afina Candarini dengan nama Kami Idea. Di tahun 2017 lalu, Kami melakukan sedikit perubahan pada nama labelnya dan menyederhanakannya menjadi Kami.

Penggunaan material dengan corak berupa motif cetak (printed design) unik yang dirancang oleh Kami, sehingga tidak akan ditemukan pada produk lain, menjadi salah satu keunggulan dari label ini. Setelah sukses di pasar online, pada tahun 2015 Kami memutuskan untuk melakukan ekspansi kepasar offline di jantung Jakarta Selatan, Kawasan Kemang. Dan kemudian mengikuti kota-kota lain seperti Yogyakarta, Jambi, Aceh, Medan, Padang, Palembang, Balikpapan, Lombok. Selain itu, Kami juga mulai mengembangkan pasarnya ke negara tetangga, Singapura, dan Brunei Darussalam. Saat ini Kami menjalin kemitraan dengan Twenty2 Boutique, Malaysia. Pada tahun 2016, Kami mulai bekerjasama dengan beberapa department store seperti Central Department Store, Fashionlink X BLCKVNUE di Senayan City, Sogo Department Store, Metro Department Store, dan Lotte Shopping Avenue. Segera kita akan memulai di Isetan, Kuala Lumpur. Hal ini semakin menguatkan Kami untuk bersaing di pasar yang lebih besar.

SHARE

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here