Maksimalkan Tumbuh Kembang Anak Pada 1.000 Hari Pertama Hidupnya

0
218
Ilustrasi anak (foto: Thinstock)

ORANYENEWS– Pernah dengar kalimat 1.000 hari pertama dalam hidup anak adalah masa yang sangat penting bagi tumbuh kembangnya? Hal ini memang benar. Pada 1.000 hari hidupnya atau pada usia 0 hingga 3 tahun, tubuh dan organ-organ anak mengalami pertumbuhan yang pesat. Anak tidak hanya membutuhkan stimulasi, tapi juga gizi seimbang yang mendukung perkembangan maksimalnya di masa-masa ini.

Kepala Bagian Penelitian Center for Indonesian Policy Studies Hizkia Respatiadi mengatakan, 1.000 hari pertama kehidupan dihitung mulai dari hari pertama konsepsi lalu terbentuk embrio hingga anak berusia dua tahun. Kecukupan gizi selama hamil hingga tahun-tahun pertama kehidupan anak berperan dalam membentuk fungsi otak hingga membantu memperkuat sistem imun.

Gizi seimbang adalah asupan yang terdiri dari asupan karbohidrat, lemak, protein, vitamin dan mineral. Kandungan gizi tersebut dapat diperoleh dari makanan yang dikonsumsi. Gizi seimbang berguna untuk pertumbuhan otak (intelegensia) dan pertumbuhan fisik.

“Selain itu saat bayi lahir, hanya 25% bagian otaknya yang berkembang. Namun ketika menginjak usia 3 tahun perkembangan otak ini sudah meningkat hingga 80%. Oleh karena itu, ungkapnya, pesatnya tumbuh kembang anak selama periode 1.000 hari pertama kehidupannya harus didukung dengan pemenuhan gizi yang tepat,” jelasnya.

Pemenuhan gizi pada anak harus didukung oleh bahan-bahan pangan yang beragam dan berkualitas. Beragamnya bahan pangan yang ada di Indonesia bisa dijadikan sumber nutrisi untuk keluarga. Pemenuhan gizi harus dilakukan mulai dari kehamilan. Misalnya selama kehamilan trimester pertama, ibu hamil memerlukan tambahan kalori sekitar 180 kkal, tambahan protein 20 gram, lemak 6 gram,dan karbohidrat 25 gram. Pada trimester kedua dan ketiga dibutuhkan tambahan kalori sebesar 300 kkal, tambahan protein hingga 20 gram, lemak 10 gram dan karbohidrat 40 gram.

“Ibu hamil juga disarankan mengonsumsi makanan yang mengandung zat besi untuk mencegah anemia. Anemia pada ibu hamil bisa berdampak pada janin, misalnya lahir premature atau kemungkinan komplikasi lain,” ujar Hizkia.

Setelah bayi lahir dan jika memungkinkan, bayi disarankan hanya mengonsumsi ASI saja selama enam bulan pertama. Pada masa inilah, ibu diharapkan terus mengonsumsi makanan bergizi. Pemeriksaan kondisi kesehatan bayi secara teratur juga penting untuk mendeteksi terjadinya kelainan status gizi.

Setelah umur bayi melewati enam bulan, lanjut Hizkia, selain diberi ASI, bayi juga harus menerima makanan tambahan berupa Makanan Pendamping ASI atau MPASI karena ASI saja sudah tidak mencukupi kebutuhan gizinya.

Walaupun begitu, pertumbuhan anak tidak berhenti di 1.000 hari pertama hidupnya saja. Pada usia 0-6 tahun anak mengalami pertumbuhan cepat. Sementara itu pada usia 6-12 tahun pertumbuhannya datar. Anak akan kembali mengalami pertumbuhan yang pesat pada usia 12-18 tahun.

“Pemenuhan gizi anak harus terus dilakukan, setidaknya semua kebutuhannya harus terpenuhi dalam tahap pertumbuhan. Oang tua harus pandai-pandai memaksimalkan berbagai bahan pangan yang ada di untuk dioleh menjadi makanan yang disukai anak. Semakin cepat kita mengenalkan berbagai jenis bahan pangan pada anak, maka anak akan memiliki semakin banyak pilihan, tidak akan fokus pada satu bahan pangan saja,” ujarnya.

SHARE

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here