Ini Penyebab Tubuh Orang Indonesia Lebih Pendek

0
579

JAKARTA- Mengapa orang Indonesia memiliki tubuh lebih pendek dibandingkan orang Eropa? Apakah pengaruh ras Mongoloid yang merupakan ras Indonesia, mana yang berasal dari ras Kaukasoid, yang memiliki fisik lebih besar? Apakah ras memengaruhi kondisi fisik seseorang?

Profesor Dodik Briawan, Peneliti Pusat Pengembangan Ilmu Pengetahuan Teknologi Pangan dan Pertanian Asia Tenggara Institut Pertanian Bogor, merupakan pertumbuhan fisik seorang manusia tidak terkait ras, akan lebih banyak lagi asupan makanan dan minuman selama pertumbuhan anak.

Data Kementerian Kesehatan RI, kutipan Dodik, terbitan pada usia 0-6 bulan, pertumbuhan anak Indonesia setara dengan pertumbuhan anak-anak di Eropa, Amerika Utara, Australia, dan Selandia Baru yang umumnya merupakan ras Kaukasoid.

Hal tersebut tidak hanya berlaku untuk masyarakat Indonesia dengan pendapatan tinggi, masyarakat berpendapat rendah pun punya pertumbuhan yang sama dari asupan ASI.

“Pada saat 0-6 bulan, saat anak indonesia dengan ASI saja, maka pertumbuhannya sama dengan pertumbuhan anak bule, ras kaukasoid. ASI itu cukup dan genetiknya bagus, “kata Dodik di kawasan Jakarta Selatan, Selasa (19/9/2017).

Akan, mulai usia 6 bulan, pertumbuhan anak indonesia menurun. Menurutnya, hal itu sesuai dengan makan pendamping ASI (MPASI). Dodik mengungkap tak semua orang tua memahami MPASI. Terkadang, banyak orang, nantikan MPASI sebagai makanan pengganti ASI.

Makanan yang diberikan makanan olahan kemasan. Lepas, makanan seperti itu tak mencukupi kebutuhan gizi balita yang jauh lebih kompleks. Kebutuhan energi per kilogram berat badan kurang lebih 2-3 tahun tiga kali lebih besar dari seseorang yang berusia 21-50 tahun. Hal serupa juga berlaku terhadap kebutuhan protein.

“Ibu-ibu salah konsepsi. Misalnya MPASI pakai roti yang dijadikan bubur atau bubur makanan kemasan. Makanan dari rumah harus tetap ada Jadi, gizi harus lengkap. Gizi itu diperlukan (dan) tidak bisa dirapel, “kata Dodik.

Dia mengatakan, pengenalan buah dan sayur sejak dini menjadi penting dilakukan. Kedua makanan itu punya gizi yang cukup lengkap bagi tubuh. Sayangnya, makan dengan kandungan gula tinggi lebih digemari anak. Kalau terpapar lebih dulu, anak akan enggan mengonsumsi buah dan sayur.

“Ada contoh petani di Afrika. Petani tebu di sana makan makanan gula tebu. Gemuk tapi sebetulnya kurang gizi. Kalau gula kan hanya gula kandungannya. Kalau buah kan lengkap, “kata Dodik.

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here