Video Penangkapan Pembunuhan Sadis di Benhil

Dua perampok Benhil (foto: IST)

JAKARTA- Tiga pelaku pembunuhan sadis pasangan suami-istri, Husni Zarkasih (58) dan istrinya, Zakiah Husni (53) ditangkap saat tengah berfoya-foya di sebuah hotel di Grobogan Jawa Tengah. Ketiganya berinisial AZ, EK dan SU.

Awalnya, Husni Zarkasih (58) dan Zakiah Husni (53) ditemukan tewas dan terbungkus dalam bed cover di Sungai Klawing, Purbalingga, Jawa Tengah, Senin pagi lalu. Ternyata, keduanya adalah pengusaha garmen dan merupakan korban perampokan.

>
>

Keduanya, kemudian diketahui adalah warga yang tinggal Jalan Pengairan No.21 RT 11/06 Bendungan Hilir Tanah Abang Jakarta Pusat. Polisi pun langsung melakukan investigasi ke rumah korban dan diketahui, bahwa pembunuhan terjadi di rumahnya, kemudian kedua jenazah dibuang di Sungai Klawing, Grobogan, Jawa Tengah.

Polisi menduga pelaku adalah orang dekat, karena tidak ada kerusakan yang berarti di pintu masuk rumah korban.

Kemudian, dalam penyelidikan polisi mendapatkan informasi bahwa ketiganya berada di sebuah hotel tengah berfoya-foya dengan hasil rampokan mereka dengan karaoke bersama tiga wanita seksi pemandu karaoke. Kemudian, saat polisi tengah mengembangkan kasus, agar mereka menunjukkan kemana hasil rampokan dijual, salah seorang pelaku berinisial AZ mencoba melarikan diri. Akhirnya, dia diganjar dengan timah panas dan tewas.

Dua perampok Benhil (foto: IST)

Ternyata, salah seorang pelaku adalah mantan sopir pribadi Husni Zarkasih yang sudah bekerja selama 20 tahun. Kepada polisi, pelaku mengaku bahwa dirinya memiliki dendam dan sakit hati kepada korban, karena setelah usaha garmennya tutup, dirinya dipecat dan tidak mendapatkan pesangon dari korban.

>
>

Tapi, tetangga korban berbicara lain. Irul (35) tetangga korban mengaku memang sudah curiga terhadap mantan sopir Husni yang berinisial Z. Irul mengungkapkan bahwa Z memang sudah lama bekerja, lebih dari 10 tahun, tapi kemudian dipecat setelah Lebaran Idul Fitri kemarin.

Irul mengungkapkan, Z diberhentikan karena suka main perempuan dan mabuk-mabukan, padahal keluarga Husni merupakan keluarga yang religius dan sangat taat beribadah. “Sudah sering diberitahu, tapi masih bandel akhirnya dipecat,”katanya.

Z sebagai sopir pribadi mendapatkan tempat tinggal di rumah korban di kawasan Kedoya, Jakarta Barat. Tapi, karena kasus itu, Z juga diminta pindah dari rumahnya.

 

Bagikan Yuk..!

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here