Video Asal Muasal Kota Depok dan Peran Cornelis Chastelein

Kota Depok (foto: Ist)

DEPOK dahulunya adalah Kecamatan di Kabupaten Bogor, resmi menjadi Kota Madya pada tahun 1999, dengan 11 kecamatan, di dalamnya 63 Kecamatan. Saat menjadi Kota Madya tahun 1999, penduduk Depok mencapai 1,2 juta jiwa, dan data tahun 2016, penduduk Depok sudah mencapai 2,1 juta lebih, pertumbuhannya cepat luar biasa bukan ?.

Tapi tahukah Anda, yang pertama kali membentuk Kota Depok adalah seorang mantan pejabat VOC, bernama Cornelis Chastelein, yang membawa ratusan pekerja dari wilayah luar Jawa.

KEDATANGAN CORNELIS CHASTELEIN

Pada abad ke-17, Depok adalah sebuah dusun yang kecil, yang berada di tengah hutan belantara dan hutan belukar.

18 Mei 1696, seorang pejabat VOC yang mengundurkan diri, Cornelis Chastelein, membeli tanah di kawasan Depok dari seorang residen Cirebon, Lucas van der Meur. Tak hanya Depok, dia juga membeli tanah di Jagakarsa, Ratujaya, dan Bojong Gede.

Cornelis membuat Depok sebagai perkebunan Lada, untuk mengurus perkebunanya itu, dia mendatangkan budak-budak dari Bali, Makassar, Nusa Tenggara Timur, Maluku, Pulau Rote, dan Filipina. Dia tidak punya budak dari Jawa, karena terkait perjanjian Mataram dengan VOC, yang dilarang membawa budak dari Jawa.

Tapi, Cornelis tidak menganggap mereka sebagai budak, pelacur pekerja perkebunan. Bahkan, sampai akhir hayatnya sudah memerdekakan 200 orang budak.

ASAL KATA DEPOK

Di Depok, Cornelis yang dikenal manusia, tidak hanya berkebun, dia juga menyebarkan agama Kristen kepada pekerjanya. Dia terbenam sebuah Padepokan Kristiani yang disebut De Eerste Protestante Organisatie van Christenen, yang disingkat DEPOC dan kemudian menjadi Depok.

Dari sekira 150 budak yang dibawanya itu, diavisi menjadi 12 marga / keluarga, yang dipimpin budak senior. Ke-12 marga itu yang kemudian disebut Belanda Depok, dan sampai kini keturunannya masih ada di Depok. Ke-12 marga itu adalah:

  1. Jonathans
  2. Laurens
  3. Bacas
  4. Loen
  5. Soedira
  6. Isakh
  7. Samuel
  8. Leander
  9. Yusuf
  10. Tholense
  11. Yakub
  12. Zadokh

Di akhir hayatnya, Cornelis Chastelein membuat surat wasiat yang direvisinya hingga lima kali. Akhirnya 13 Maret 1714 surat wasiatnya berhasil dibuat, yang inti isinya adalah memerdekakan seluruh budaknya sampai garis keturunannya dari perbudakan.

Kota Depok (foto: Ist)

Dan kemudian, dia menghibahkan 1/244 hektar untuk 12 marga tersebut untuk dikelola bersama-sama, agar mereka tidak kesusahan di kemudian hari.

KONTROVERSI HARI LAHIR KOTA DEPOK

28 Juni 1714, Cornelis Chastelein meninggal dunia di Batavia dan hari ini dijadikan sebagai hari jadi Kota Depok oleh keturunan 12 marga yang kini tergabung dalam Yayasan Lembaga Cornelis Chastelein. Artinya, usia Kota Depok sudah mencapai 303 tahun.

Akankah, Pemkot Kota Depok memanfaatkan Hari Jadi Kota Depok adalah 27 April 1999, momentum lepasnya Depok dari Jawa Barat.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here