Rita Widyasari Jadi Tersangka Ikuti Jejak sang Ayah, Syaukani HR

Rita Widyasari
Rita Widyasari

JAKARTA – Bupati Kutai Kertanegara Rita Widyasari mengikuti jejak sang ayah, Syaukani HR, menjadi tersangka dalam kasus korupsi. KPK menetapkan Rita Widyasari sebagai tersangka.

Wakil Ketua KPK Laode M Syarif di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, diresmikannya lembaha antirasuah telah menetapkan Rita Widyasari sebagai tersangka, tapi tidak dalam operasi tangkap tangan.

Kata Laode, penetapan tersangka Rita Widyasari merupakan hasil pengembangan dari pemeriksaan KPK.

Baca juga: Profil Rita Widyasari, Penerus Dinasti Syaukani HR

Rita Widyasari
Rita Widyasari Anggota Partai Golkar

Dalam kesempatan itu, Laode juga membenarkan perihal adanya penggeledahan di kantor Rita Widyasari. Saat beg kasus yang menjerat Rita, Laode belum mengungkapnya. KPK menurutnya, baru akan mengungkapnya dalam jumpa pers yang akan dilakukan dalam waktu dekat.

Putri Kedua Syaukani

Kutai Kartanegara merupakan salah satu kabupaten kaya raya di Kalimantan Timur dan juga di indonesia.

Rita Widyasari adalah putri kedua mantan Bupati Kukar Syaukani Hasan Rais (almarhum), terpidana kasus korupsi. Rita Widyasari juga pernah menjadi Ketua DPRD Kutai Kartanegara dan Ketua Partai Golongan Karya.

14 Desember 2007, Pengadilan Tipikor Jakarta memvonis Bupati Kukar tidak aktif saat itu, Syaukani, terbukti menyalahgunakan dana perangsang pungutan sumber daya alam (migas), dana studi kelayakan Bandara Kutai, dana pembangunan Bandara Kutai, dan dana dana pembangunan anggaran. Sepanjang tahun 2001-2005, Syaukani berhasil meraup dana sebesar Rp 93.204.

Pengadilan Tipikor mengganjarnya dengan vonis dua tahun enam bulan penjara. Pengadilan Tinggi DKI Jakarta menguatkan putusan Pengadilan Tipikor. Saat kasasi di Mahkamah Agung (MA), sudah diperberat menjadi enam tahun penjara.

Presiden Susilo Bambang Yudhoyono meresmikan Keppres pada 15 Agustus 2010 tentang Pemberian Pengampunan atau Grasi kepada Syaukani Hassan Rais.

Dengan surat grasi tersebut, Syaukani bisa langsung bebas karena vonis enam masa dipotong menjadi tiga tahun, dan yang sudah tertunda lebih dari tiga tahun. Syaukani juga telah membayar seluruh kerugian sebesar Rp 49,6 miliar.

Bagikan Yuk..!

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here