Profil Jonru Ginting, “Jarimu Harimaumu”

Jonru Ginting

JAKARTA- Nama Jonru Ginting sangat familiar bagi warga internet, terlebih yang suka berselancar di sosial media. Kabar terbaru, sejak semalam, Kamis 28 September 2017 Jonru Ginting menginap di hotel prodeo Polda Metro Jaya setelah ditetapkan sebagai tersangka dalam kaus ujaran kebencian di sosial media.

Pertama kali, Jonru Ginting dilaporkan seorang pengacara bernama Muhammad Zakir Rasyidin pada 4 September ke Mapolda Metro Jaya. Dia melaporkan pemilik nama asli Jon Riah Ukur itu karena postingannya di akun Facebook pribadinya berpotensi provokasi, dan dapat memicu konflik SARA di masyarakat.

Lain itu, pria yang lahir di Kabanjahe, Karo, Sumatera Utara itu juga dianggap telah menyeret Presiden Joko Widodo dalam postingannya, dan itu terjadi sejak Pilpres 2014 hingga saat ini.

Tak kapok dengan laporan pertama, Jonru Ginting tetap mencuit dan menyerang orang yang tidak sependapat dengan dirinya. Kali ini, korbannya adalah Muannas Al Aidid, seorang advokat muda.

Jonru Ginting memposting yang mengubah namanya, sehingga terasosiasikan sebagai anggota keluarga tokoh PKI, DN Aidit. Berikut isi postingan Jonru Ginting.

“Bagi orang beriman, ikhlas dan tawakal, tidak ada kejadian yang merugikan. Semuanya menguntungkan. Termasuk kejadian yang paling buruk sekalipun, itu tetap menguntungkan.”

Postingan Jonru tersebut memicu akun Intelektual Jadul @Plato_id yang menantang Muannas Al Aidid untuk tes DNA untuk mengetahui apakah dia keturunan DN Aidit atau bukan.”Contohnya adalah setelah saya dipolisikan oleh si Aidit. Yang saya alami justru banyaknya dukungan dari orang-orang maupun lembaga yang dengan sukarela menyatakan siap mendukung saya.”

Tak terima dengan postingan Jonru Ginting, Muannas Al Aidid yang baru tahu postingan tersebut pada Minggu 17 September, kemudian melaporkan Jonru Ginting melalui pengacaranya, Ridwan Syaidi Tarigan.

Dalam kesempatan itu, dia melampirkan bukti-bukti puluhan postingan Jonru Ginting dan @Plato_id ke pihak kepolisian Mapolda Metro Jaya. Kini, Jonru tengah mempertanggungjawabkan perbuatannya di hotel prodeo Polda Metro Jaya.

Muannas Al Aidid yang melaporkan Jonru Ginting.

Jonru tidak mengetahui Al Aidid adalah salah satu marga salah satu kelompok Habib, keturunan Nabi Muhammad SAW. Pertama kali gelar Aidid diberikan kepada Al Imam Muhammad bin Ali Shahib Al Hauthah.

Dia diberi gelar tersebut, karena menjadi orang pertama yang tinggal di lembah Aidid yang tidak berpenduduk. Makanya, dia disebut sebagai Wali Aidid, sebuah lembah yang letaknya di daerah pegunungan sebelah barat daya kota Tarim, Hadhramaut, Yaman Selatan.

PROFIL JONRU GINTING

Jonru Ginting aslinya lahir di Kabanjahe, Karo, Sumatera Utara, 7 Desember tahun 1970. Kini usianya memasuki 46 tahun. Jonru adalah seorang penulis, pelatih penulis, narablog, dan juga pengusaha.

Nama Jonru menjadi populer karena aktivitasnya di sosial media, terutama pada Pemilu Presiden 2014 lalu. Saat itu, Jonru mendukung pasangan Prabowo-Hatta.

Dan dia sangat aktif mengkampanyekan pasangan idolanya di sosial media miliknya. Tak sampai di situ, dia juga aktif menyerang pasangan lawannya, Joko Widodo dan Jusuf Kalla.

Di sosial media, Jonru menyampaikan bahwa Prabowo adalah sosok yang ramah, membumi, sangat santai, dan apa adanya. Karena aktivitasnya membela Prabowo, tak jarang Jonru menjadi sasaran serangan di sosial media, bahkan, salah satu keisengan pengguna sosmed adalah membuat nama Jonru di dalam KBBI (Kamus Besar Bahasa Indonesia) memiliki arti “memfitnah atau menjelekkan nama orang lain.

Popularitas yang terbangun secara negatif tersebut membuat Jonru Ginting justru semakin populer di dunia maya. Bahkan, akun fanpage-nya mendapai like hingga 1,5 juta, dan difollow lebih dari 1,5 juta. “Prestasi” itu digunakan Jonru Ginting untuk ‘berdagang’. Dia membentuk tim, dan memasang informasi dan nomor telepon bagi orang-orang yang mau beriklan, atau mendapatkan pelatihan dari dirinya.

Terakhir, Fanpage Jonru Ginting memposting sebuah berita mengenai dirinya pada 25 September 2017, untuk mengklarifikasi bahwa dirinya kabur dari panggilan polisi, dan disamakan dengan Imam Besar Front Pembela Islam (FPI) Habib Rizieq yang hingga kini tidak kembali ke Tanah Air, karena menghindari panggilan polisi.

Jonru Ginting saat di Brunei Darussalam.

Pria yang kuliah di Jurusan Akuntansi, Fakultas Ekonomi, Universitas Diponegoro, Semarang itu aslinya adalah seorang penulis dan dia membuat beberapa website yang berisikan selfpublishing.

Tahun 2003 Jonru menikahi Hendra Yulianti, dan kini telah dikaruniai tiga orang anak, Alifia Rasyida Ginting, Muhammad Syafiq Ibrahim Ginting, dan Hanna Meutia Hafizha Ginting.

Kini Jonru Ginting telah menjadi tersangka dan mendekam di penjara Mapolda Metro Jaya. Tampaknya, selama beberapa waktu, dunia sosial media akan ‘’kesepian’’ dari postingan Jonru Ginting, yang selama ini menuai kontroversi.

Bagikan Yuk..!

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here