Ini Dia Wajah Penyiram Air Keras ke Novel Baswedan

JAKARTA – Berbeda dengan tiga kasus kriminal besar yang berhasil dibongkar polisi, kasus penyiraman air keras Novel Baswedan justru sudah hampir empat bulan belum juga tertangkap pelakunya.

Novel Baswedan diserang pada subuh hari pada 11 April 2017, hingga kini belum terungkap pelakunya. Padahal, kasus besar lainnya yang menyita perhatian masyarakat, seperti perampokan dan penyekapan sadis di Pulomas, perampokan uang Rp300 juta David Tantono, dan percobaan perampokan dengan pembunuhan Italia, ketiganya berhasil dibongkar pelaku dan diketahui motifnya.

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Argo Yuwono mengatakan pihaknya sudah menyelesaikan 2 sketsa wajah diduga pelaku penyerang Novel Baswedan. Sketsa tersebut dibuat berdasarkan keterabgan saksi-saksi.

“Untuk sketsa wajah baru jadi dua, satunya belum. Itu (sketsa) kan kesaksian dari saksi, ada Pak Eko ada Ustaz Beni lalu dari keluarga Novel. Kan enam hari sebelum kejadian ada yang menanyakan baju gamis, itu yang akan kami tanyakan, kan belum dipastikan itu pelaku atau bukan,” kata Argo Yuwono di Jalan Lontar No. 27, Koja, Jakarta Utara, Senin (31/7/2017).

Lain itu, ada juga orang yang tidak dikenal berada di tempat wudu saat salat subuh, yang juga akan dibuatkan sketsa wajanya “Ini yang nantinya akan disebar ke masyarakat,” katanya

“Kami kroscek kembali apakah saksi kenal nggak. Nanti kami informasikan ke masyarakat kenal atau tidak. Nanti kami lihat lagi apakah benar tidak orangnya, nanti kami sampaikan seperti apa, dan kami gambarkan agar bisa disampaikan ke masyarakat. Kalau dapat orangnya kami cek dia kemana saja H-1 dan 2, dia kemana saja,” katanya.

Argo mengaku lamanya berjalan penyidikan karena tidak ada saksi langsung yang melihat pelaku, sehingga petunjuk di lapangan menjadi sangat minim.

“Ya sampai sekarang saksi melihat nggak ada. Petunjuk juga belum ada. Kan Kapolri sampai ke KPK kami harapkan ada tim dari KPK siapa yang dicurigai. Nanti kalau ada ya kami curigai itu kami keller dan tanyakan bener nggak pelakunya. Nanti dia juga kami masukkan ke ruang kaca, nanti diperiksa di sana. Kita transparan,” sebutnya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here