4 Tahun Jabat Bupati, Harta Rita Widyasari Melonjak 10 Kali Lipat

Rita Widyasari,
Rita Widyasari, Bupati Kutai Kertanegara,

JAKARTA- Rita Widyasari, Bupati Kutai Kertanegara, ditetapkan menjadi tersangka Komisi Pemberansan Korupsi (KPK) dalam kasus gratifikasi pemberian izin tambang di wilayahnya. Ternyata, selama menjabat sebagai bupati, kekayaan putri mantan Bupati Kukar, Syaukani HR ini melonjak hingga 10 kali lipat.

Rita Widyasari pertama kali menjabat sebagai Bupati Kukar pada tahun 2010. Setahun setelahnya, dia melaporkan harta kekayaannya di dalam LHKPN (Lembaran Harta Kekayaan Penyelenggara Negara) pada 23 Juni 2011 yang berjumlah Rp25.850.447.979.

BACA JUGA: Profil Rita Widyasari, Penerus Dinasti Syaukani HR

Hanya berselang empat tahun, jelang dirinya hendak maju kembali sebagai Bupati Kukar untuk periode kedua, dalam laporan LKHPN pada 29 Juni 2015, harta kekayaannya meningkat hingga 10 kali lipat, yaitu 236.750.979 dan USD138.412.

Dalam LHKPN, Rita Widyasari memiliki sejumlah bidang tanah dan bangunan yang tersebar di 35 lokasi di Kutai Kertanegara, dan satu lagi yang berlokasi di Jakarta Pusat. Total harta tidak bergerak miliknya mencapai 12,05 miliar. Sedangkan harta bergerak, kendaraan roda dua dan roda empat yang mendapai Rp2,8 miliar. Di antaranya adalah Ford Everest, Toyota Crown, Hyundai, Mazda, BMW, dan VW Caravelle.

Selasa 26 September, sejumlah petugas KPK didampingi aparat kepolisian melakukan penggeledahan di sekretariat Kabupaten Kutai Kertanegara. Dalam penggeledahan tertutup itu, KPK menyita sejumlah dokumen.

Bupati Kutai Kertanegara Rita Widyasari juga berkomentar terkait penggeledahan dan penetapan dirinya sebagai tersangka. Komentarnya dimuat di dalam akun facebook miliknya.

BACA JUGA: Rita Widyasari Jadi Tersangka Ikuti Jejak Sang Ayah, Syaukani HR

Pertama, dia meluruskan bahwa tidak ada operasi tangkap tangan atau OTT terhadap dirinya. Tapi, dia membenarkan bahwa ada penggeladahan dari petugas Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) di kantornya.

“Kalau ada berita OTT tentang saya itu salah, kalau pengeledahan kantor benar, doakan tetap semangat,” tulis Rita, Selasa malam, pukul 20.00 WIB.

Rita pun mendapatkan dukungan moril dari berbagai warga Kukar, kemudian dia menjawabnya dengan berterima kasih.

“Makasih doanya, menjadi tersangka bukan akhir dari hidup. Masih bernafas, disyukuri, doakan kuat,” jawabnya.

Wanita yang akan digadang sebagai calon gubernur Kaltim itu mengaku bahwa memang perjuangannya dalam dunia politik tidak mudah dan penuh rintangan. “Makasih, dalam hidup saya sesungguhnya ingin mengabdi. Hanya saja rintangannya luar biasa, terima kasih telah mendukung,” ujarnya.

Walaupun dirinya telah ditetapkan sebagai tersangka, akan tetapi dia mengaku belum juga mendapatkan panggilan dari KPK. “Saya belum terima panggilan,” katanya.

Rita disangka melanggar Pasal 12 B Undang-undang Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana diubah dalam UU Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi jo Pasal 55 ayat 1 ke-1 KUHP. KPK menduga Rita menerima gratifikasi sejak menjabat Bupati Kukar pada periode 2010-2015 dan pada periode 2016-2021.

Bagikan Yuk..!

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here