Rocky Gerung Sebut Kitab Suci Fiksi, Begini Kalimat Lengkapnya

0
441
Rocky Gerung dalam sebuah diskusi.

ORANYENEWS- Dosen Filsafat Ilmu Budaya Universitas Indonesia Rocky Gerung menyebutkan bahwa Kitab Suci adalah fiksi dalam diskusi di salah satu televisi bertajuk ’’Prabowo Berbalas Pantun’’. Akibat pernyataannya itu, tercatat tiga narasumber mempertegas hingga menyanggah pernyataan tersebut. Mulai dari Ario Bimo, Dwi Ria Latifa, hingga Akbar Faisal.

‘’Kitab suci itu fiksi atau bukan, siapa berani jawab?. Kalau saya pakai definisi bahwa fiksi itu mengaktifkan imajinasi, maka kita suci adalah fiksi. Karena belum selesai, belum tiba itu, Babad Tanah Jawa itu fiksi, Anda sebut apa saja itu,’’ kata Rocky Gerung dalam diskusi tersebut.

Berikut pernyataan lengkap Rocky Gerung dan tanggapan narasumber lain :

Asal usul dari masalah ini adalah soal fiksi atau fakta itu, dan itu sebetulnya itu permulaan yang buruk, waktu kita sebut fiksi di kepala kita adalah fiktif. Fiction adalah kata benda, yaitu literatur selalu ada pengertian litery, tapi karena diungkapkan di dalam suatu forum politik, maka dia dianggap sebagai buruk, fiksi itu sangat bagus, dia adalah energi untuk aktifkan imaginasi,itu fungsi dari fiksi. Dan kita hidup dalam dunia fiksi lebih banyak daripada realitas, fiksi lawannya realitas bukan fakta.

Kalau anda bilang itu fiksi lalu kata itu jadi pejoratif, itu artinya kita inginkan anak-anak kita jadi pejoratif, karena dua bulan ini jadi kata yang buruk.

Rocky Gerung

Kita suci itu fiksi atau bukan ? siapa berani jawab.

Kalau saya pakai definisi bahwa fiksi itu mengaktifkan imagimasi, maka kita suci adalah fiksi. Karena belum selesai, belum tiba itu, babad tanah jawa itu fiksi, anda sebut apa saja itu.

Fungsi dari fiksi untuk aktifkan fungsi imajinasi, menuntun kita untuk berpikir lebih imajinatif, sekarang dibunuh kata itu oleh politisi.

Interupsi Ario Bimo :

Politikus PDIP Ario Bimo

Bisa gak fiksi itu dibuat untuk prediksi ?

Rocky Gerung:

Lebih dari itu, bukan hanya prediksi, tapi destinasi. Anda percaya dengan fiksi, anda dituntun oleh kepercayaan itu bisa tiba gak bisa tiba gak ? Itu fungsinya kitab suci, Anda percaya gak dengan kitab suci ? kenapa Anda abaikan sifat fiksional dari kitab suci, itu bukan faktual, belum terjadi. Dan anda dituntun dalam dalil-dalil dalam kitab suci.

Saya mau terangkan itu, supaya kita punya stok argumentasi agar tidak disesatkan oleh pem-bully-an politik, sekarang kita musti pastikan fiksi itu baik, yang tidak itu fiktif, diada-adain, diakal-akalin. Kalau saya bilang kitab suci itu fiktif, besok saya dipenjara, kalau saya bilang fiksi saya punya argumentasi. Karena saya berharap dengan eskatologi.

Tanggapan Dwi Ria Latifa

Mohon maaf Prof, pernyataan bahwa Kitab Suci fiksi penuh tanda tanya, jangan sampai ini jadi suatu hal kesalahpahaman.

Rocky Gerung:

Rocky Gerung

Saya tahu akibatnya, karena itu saya terangkan supaya tidak dicari-cari jadi delik

Kalau saya tanya kitab suci fiksi atau fakta, Anda mau jawab apa ?

Jadi kesalahan kita memakai kata fiksi untuk di-bully.

Interupsi Dwi Ria Latifa

Kalau kitab suci itu bicara keyakinan. Kalau buku masih bisa saya pahami. Kalau kitab suci disebut fiksi saya agak keberatan. Bisa diperjelas, agar tidak terjadi kesalahpahaman.

Rocky Gerung :

Jangan tanya dulu, dua menit, agar potensi pertanyaan Anda, saya jawab.

Kenapa kata fiksi takut diucapkan kepada kitab suci, karena kata fiksi itu dibebani kebohongan. Seolah fiksi itu bohong, bohong itu fiktif dalam bahasa Indonesia. Tapi fiksi, energi untuk di tiba di telos, harapan, janji, itu sifatnya fiksi, baik atau buruk ya baik.

Jadi saya jelaskan itu, supaya kita berhenti berdebat fiksi atau fakta, kalau mau debat faktual atau fiktif, selama ini twitter itu kita dibikin dungu oleh orang tak paham makna kata fiksi, fiction Mahabarata itu fiksi bukan fiktif, orang akan marah.

Interupsi Akbar Faisal :

Sebagian pemahaman saya yang sederhana, bahwa kita suci adalah fiksi pada titik tertentu saya bisa pahami. Tapi saya tidak tahu, argumen ini anda bangun pada kitab suci yang mana ? hati-hati lho.

 Tentu saja saya coba pahami yang anda katakan, agama kami di Islam, fiksi yang saya katakan saya pahami, dalam kenyataannya tebrukti dalam kehidupan kami sebagai muslim, ia bukan lagi sebagai fiksi tapi fakta.

Rocky Gerung :

Saya paham warna kalimat anda kemana ? jangan coba-coba jebak saya.

Jangan bawa ke situ.

Akbar Faisal :

Saya tidak coba jebak Anda,

Rocky Gerung :

Anda minta kitab suci yang mana. Saya tidak jawab.

Akbar Faisal :

Karena saya tidak mengerti kitab suci yang lain, yang saya sebutkan kitab suci saya yaitu Al Quran. Anda katakan kitab suci seolah-olah menyamakan semuanya (kitab suci). Saya katakan sekali lagi (kitab suci yang mana). Kali ini saya debat anda pak Rocky.

Rocky Gerung:

Waktu saya memilih kata kitab suci, dengan sendirinya saya menghindari menyebut nama kitabnya, seharusnya anda pahami itu.

{Akhirnya, perdebatan tersebut ditengahi Karni Ilyas dan meminta Rocky Gerung melanjutkan penjelasannya}

Rocky Gerung:

Jadi bagi saya, fiksi itu kreatif. Sama sekali orang beragama, dia menunggu eskaton, felosnya. Berdoa anda masuk dalam energi fiksional, ada sepupuk harapan, bahwa dengan untaian doa itu anda akan tiba di tempat yang indah, begitu fiksi itu bekerja.

Lalu bisa gak disebut sebagai keyakinan, di dalam agama fiksi adalah keyakinan.

Di dalam literatur, fiksi adalah energi untuk aktifkan imajinasi.

Kimianya sama, orang berdoa dan baca novel, kimianya sama, di dalam tubuh sama, jenis hormon yang diproduksi sama.

Jadi itu, pengantar untuk menertibkan kekacauan publik yang dibuat politisi.

SHARE

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here