Nyak Sandang Kunjungi ‘Markas’ Garuda,  Pesawat Seulawah RI 001 Dipugar

0
67

ORANYENEWS- Nyak Sandang dan keluarga mengunjungi markas PT Garuda Maintenance Facility Aero Asia Tbk (GMF), tepatnya di Hangar 2 Garuda Indonesia Maintenance Facilities (GMF Aero Asia), Tangerang, Banten.

Kunjungan Nyak Sandang dan keluarga tersebut diterima langsung oleh Vice President Corporate Secretary GMF Aero Asia Mohamad Arif bersama-sama dengan Senior Manager CSR & PKBL Garuda Indonesia Sishandaya Azis dan Senior Manager Public Relations Garuda Indonesia M. Ikhsan Rosan.  Nyak Sandang dikenal sebagai salah satu pejuang nasional yang turut menyumbang pembelian pesawat terbang pertama RI.

Dalam kunjungan tersebut Nyak Sandang berkesempatan untuk melihat proses perawatan pesawat di Hangar 2 GMF Aero Asia, khususnya armada CRJ Bombardier 1000 milik Garuda Indonesia. Selain itu, Nyak Sandang juga berkesempatan berkeliling ke beberapa hangar lainnya di GMF Aero Asia, termasuk Hangar 4 GMF Aero Asia yang merupakan hanggar pesawat narrow body terbesar di dunia.

Kunjungan Nyak Sandang ke fasilitas perawatan pesawat Garuda Indonesia tersebut merupakan bagian dari tindak lanjut kunjungan Direktur Utama Garuda Indonesia Pahala N. Mansury bersama-sama dengan Direktur Kargo Garuda Indonesia Sigit Muhartono yang sebelumnya telah mengunjungi Nyak Sandang  disela sela perawatan Nyak Sandang di Paviliun Kartika, Rumah Sakit Pusat Angkatan Darat (RSPAD) Gatot Subroto, Jakarta, 25 Maret 2018.

Replika Pesawat Dakota 03 Seulawah RI 001

Di tengah kunjungan Nyak Sandang di Jakarta, PT Garuda Maintenance Facility Aero Asia Tbk (“GMF”), perusahaan Maintenance Repair & Overhaul (MRO) juga melakukan aktivitas tanggung jawab sosial perusahaan lewat pemugaran Replika pesawat Dakota DC 03 “Seulawah” RI 001 yang merupakan pesawat pertama milik Indonesia. Pemugaran ini merupakan simbol kontribusi GMF bagi dunia kedirgantaraan Indonesia. Pemugaran dilakukan menyambut HUT GMF ke -16.

VP Corporate Secretary GMF, Mohamad Arif Faisal mengatakan bahwa GMF bersama Garuda Indonesia melakukan pemugaran ini sebagai bentuk kepedulian terhadap budaya dan sejarah bangsa Indonesia.

“GMF sebagai penjamin kelaikan pesawat udara ingin berkontribusi lebih jauh lagi bagi pesawat Seulawah,” terangnya.

Dalam pengerjaan pemugaran ini, GMF mengirimkan tujuh tenaga ahli teknisi dari kantor pusat GMF di Cengkareng dan bekerja sama dengan SMK Penerbangan Banda Aceh.

“Kami melakukan perbaikan structure pesawat ini dengan dibantu para siswa SMK Penerbangan Banda Aceh. Hal ini bertujuan juga untuk memberikan kesempatan kepada putra putri Aceh untuk belajar bagaimana menjadi  teknisi pesawat terbang yang handal,” tambah Arif.

Replika pesawat Seulawah yang terletak di Blang Padang, Banda Aceh tersebut saat ini dalam kondisi yang memprihatikan. Terdapat banyak korosi pada badan pesawat karena faktor usia dan cuaca, sedangkan kaca pesawat banyak yang pecah karena kurang terawat.

Replika pesawat Seulawah Dakota DC 03 yang memiliki panjang badan 19,66 M dan rentang sayap 28,96 M ini dibuat menyerupai pesawat aslinya lengkap dengan instrumen kokpit dan kabin penumpang. Arif mengatakan pemugaran yang dilakukan GMF sejak 2 April 2018 ini meliputi penggantian pintu dan jendela, perbaikan korosi pada badan dan sayap pesawat, ekor pesawat dan pengecatan pesawat seperti warna aslinya.

“Pemugaran replika pesawat Seulawah ini akan memakan waktu enam belas hingga dua puluh hari dan kami upayakan yang terbaik agar segera selesai dan ditargetkan selesai bertepatan dengan Hari Ulang Tahun Kota Banda Aceh yang ke 813,” ujar Arif.

Dia menambahkan, bahwa Seulawah merupakan persembahan rakyat Aceh untuk Indonesia, dan pemugaran ini merupakan kontribusi GMF untuk Penerbangan Indonesia.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here