Prostitusi Online, dari Mahasiswi di Aceh hingga Siswi SMP di Surabaya

0
668
Salah satu tersangka prostitusi online (foto: Ist)

ORANYENEWS- Pemberitaan selama sepekan terakhir dihebohkan dengab pengungkapan prostitusi online di Aceh dan Surabaya. Yang ironi, di Serambi Mekah itu prostitusi melibatkan mahasiswi, sedangkan di Surabaya melibatkan pelajar SMP.

Tarif Mahasiswi Cantik Aceh

Bermula dari laporan masyarakat kepada unit PPA Polresta Banda Aceh bahwa terdapat prostitusi online yang melibatkan mahasiswi. Polisi bergerak mencari nomor kontak MRS (27) yang diduga sebagai mucikari.

Setelah mendapati nomor kontaknya, polisi pun melakukan penyamaran dan berpura-pura menjadi klien MRS. Kesepakatan pun terjadi setelah MRS mengirimkan foto-foto mahasiswi yang ditawarkan MRS, seorang mahasiswi dibanderol dengan Rp2 juta untuk menjadi teman tidur. Dua polisi menyamar pun memesan dua orang mahasiswi cantik kepada MRS

Selanjutnya MRS pun mengantar dua wanita ke hotel di wilayah Aceh Besar itu, menggunakan sepeda motor dan membawanya masuk kedua wanita itu tersebut dalam salah satu kamar hotel.

Setelah diberikan uang Rp4 juta, MRS pun meninggalkan dua mahasiswi itu di dalam kamar bersama dua anggota polisi yang menyamar itu. Saat hendak meninggalkan hotel, MRS langsung dicegat oleh petugas yang telah siaga di lokasi.

Setelah diinterogasi, MRS alias Andre (28) pria asal Tanjung Pura Langkat, Sumatera Utara (Sumut), itu mengaku  ‘mengelola’ 7 perempuan yang diduga PSK dan telah menjalankan bisnis haramnya itu selama 2 tahun. Dari transaksi Rp2 juta per wanita, Andre mendapatkan ‘upah’ Rp500 ribu.

Untuk proses ‘penyerahan’ para wanitanya kepada pelanggan, pria hidung belang, MRS berpindah-pindah dari satu hotel ke hotel lainnya, tergantung hotel tersebut aman atau tidak untuk bisnis haram yang dijalannya itu.

Selain MRS, polisi juga mengamankan 7 tujuan perempuan yang diduga PSK berasal dari Banda Aceh, Simeulue, Bireuen, dan Aceh Tengah. Ketujuh wanita itu masing-masing berinisial Ayu (28), asal Simeulue, MJ (23) Aceh Tengah dan RM (23) asal Bireuen, dan empat wanita asal Banda Aceh: CA (24), DS (24), RR (21), dan IZ (23).

Dua pelaku (MRS dan Ayu) yang diamankan saat itu ditetapkan sebagai tersangka. sesuai Pasal 25 Ayat 2 jo Pasal 23 Ayat 2 Jo Pasal 6 Qanun Aceh, Nomor 6 Tahun 2014 tentang Hukum Jinayat serta dipanggil keluarganya.

Sedangkan enam wanita lainnya tetap diproses sesuai Qanun Aceh. Lalu dibina serta akan dipanggil orang tua atau keluarganya.

Prostitusi Siswi SMP di Surabaya

Beda di Aceh,  beda juga di Surabaya. Kali ini, wanitanya masih relatif muda 15 tahun dan diketahui masih pelajar SMP berinisial NA. Yang berperan sebagai mucikarinya adalah Mutamtam, pria dari Arosbaya, Bangkalan, madura.

Prostitusi online yang dibongkar Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Satreskrim Polrestabes Surabaya ini bermula perkenalan tersangka (Mutamtam)  dengan korban (NA)  melalui media sosial Facebook.

Sejak perkenalan itu, tersangka dan korban menjadi kian akrab hingga akhirnya mereka janji ketemuan di sebuah hotel di Surabaya, Jumat 23 Maret 2018.

Ajakan Mutamtam yang pekerja swasa disambut NA yang masih seorang siswi SMP di Surabaya.

Sebelum bertemu, tersangka (Mutamtam) dan korban chatting lebat Facebook untuk kencan di hotel.

Dalam obrolan chatting ternyata tersangka Mutamtam mengajak korban check ini di hotel bersama empat temannya. Dimana tersangka lebih dulu menawarkan korban ke teman-temannya.

Korban tidak mau melayani empat orang, maunya bermain threesome (hubungan bedan tiga orang).

Setelah sepakat, tersangka dan korban janjian bertemu di sebuah warung makan di Jl Diponegoro. Dengan naik motor, keduanya selanjutnya menuju sebuah hotel di Surabaya pusat guna menemui pemuda yang memesannya.

Unit PPA pun melakukan penggeberekan ke hotel tersebut dan mendapati mereka tengah melakukan aktivitas hubungan badan. Setelah diminta berpakaian, mereka pun langsung digelandang ke kantor polisi.

Diketahui bahwa,  NA mendapatkan uang Rp1,6 juta untuk sekali kencan. Kini, dia, mucikari, dan dua pria kliennya harus mempertanggungjawabkan perbuatannya.

SHARE

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here