15 Hari Koma, Bayi Calista Akhirnya Meninggal Dunia

0
83
Ibu Kandung Calista saat (krudung coklat) saat menjekuk anaknya karena akibat siksaan dia sendiri (Foto ; Ist)

ORANYENEWS- Setelah 15 hari mengalami koma di RSUD Karawang,  bayi Calista, akhirnya meninggal dunia pukul 09.55 WIB pagi tadi. Bayi malang berusia 15 bulan itu itu menjadi korban penganiayaan ibunya sendiri, Sinta (27).

Ruhimin, Humas RSUD Karawang, mengungkapkan, bayi Calista meninggal dunia karena kondisinya semakin memburuk sejak dua hari terakhir.

Sejak datang ke IGD RSUD Karawang 10 Maret lalu, Calista tidak sadarkan diri alias koma dan hanya mengandalkan alat bantu pernafasan.

“Dua hari terakhir hingga detik akhir terus mengalami penurunan. Detak jantungnya sudah tidak ada,” katanya.

Pihak dokter sudah melakukan berbagai upaya mengambil tindakan, namun bayi Calista sudah tidak dapat tertolong lagi.

Kemudian, bayi yang menggemaskan itu dimakamkan di TPU di Kampung Jatirasa Barat, RT 004 RW 001, Desa Karangpawitan, Kecamatan Karawang Barat, Kabupaten Karawang.

Sang Ibu Menangis

Sebelum dimakamkan, Unit PPA Polres Karawang mempertemukan sang ibu, Sinta, dengan jenazah Calista di rumah duka. Saat melihat putrinya sudah tak bernyawa. Tangisnya pecah, ia pun memeluk jenazah Calista yang ditutupi kain batik berwarna coklat.

“Dia kaget dan menangis saat kami kasih kabar anaknya meninggal,” ujar Kanit PPA Polres Karawang, Ipda Herwit Yuanita.

Herwit mengatakan, saat diperiksa sebagai tersangka, Sinta sangat menyesali perbuatannya. Bahkan, sebelum dinyatakan sebagai tersangka pada Kamis 22 Maret 2018 Sinta kerap menangis.

“Sejak diperiksa kerap menangis. Bahkan saat di rutan, Sinta susah makan dan sempat tidak enak badan,” tambahnya.

Diketahui, bayi malang Calista meninggal dunia setelah dianiaya ibu kandungnya sendiri, dicubit, dipukul, hingga dibenturkan ke tembok dan jatuh ke rak piring. Diduga penganiayaan tersebut yang mengakibatkan bayi Calista menderita peradangan otak, infeksi kornea, kejang-kejang, hingga tk sadarkan diri.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here