Riset Snapcart Ungkap e-commerce Paling Sering Digunakan Konsumen

1
391
(foto: Snapcart)

ORANYENEWS– Hasil riset Snapcart mengenai perilaku belanja e-commerce di Indonesia menunjukan Shopee merupakan e-commerce paling populer dan paling sering digunakan oleh konsumen. Riset Snapcart ini dilakukan dengan metode survei daring melalui aplikasi pada bulan Januari 2018 dengan melibatkan 6.123 responden.

“Berdasarkan temuan riset terbaru kami, 37% responden menjawab paling sering menggunakan Shopee untuk berbelanja online di Indonesia. Peringkat berikutnya adalah Tokopedia (25%)danLazada (20%). Mereka adalah 3 besar penyedia layanan belanja online di Indonesia,” kata Felix Sugianto, Business Development Director, Snapcart Asia Pasifik di Jakarta (22/3).

Felix menjelaskan, Shopee, Lazada, dan Tokopedia merupakan brand yang paling diingat oleh responden. “Shopee unggul dengan skor awareness sebesar 81, Lazada berada di peringkat dua dengan skor 80, disusul Tokopedia dengan skor78,” katanya.

Riset Snapcart juga mengungkapkan, pembelanja rutin e-commerce didominasi oleh perempuan dengan angka sebanyak 65% dan sisanya 35% pembelanja laki-laki. “Kategori yang diakui paling sering dibeli olehresponden adalah pakaian, aksesoris, tas, sepatu, dan peralatan kesehatan dan kecantikan,” ujar Felix.

Dari segi frekuensi belanja, Shopee menjadi e-commerce dengan frekuensi belanja tertinggi dibandingkan dengan e-commerce lainnya. 29% responden secara rutin (setidaknya satu kali tiap minggu) berbelanja di Shopee. Sedangkan Tokopedia berada di peringkat dua dengan perolehan sebesar 22% dan disusul Lazadasebesar 10%.

Berdasarkan usia, setengah atau 50% pembelanja merupakan Generasi Milenial (berusia antara 25-34 tahun), disusul Generasi Z (15-24 tahun) sebanyak 31%, Generasi X (35-44 tahun) sebanyak 16%, dan2% sisanya merupakan Generasi Baby Boomers (usia 45 tahun ke atas). Sementara, berdasarkan Status Sosial Ekonomi (SSE), responden dengan tingkat belanja tertinggi berasal dari SSE C2 sebesar 38%, SSE A dan B masing-masing 22%, dan SSE C1 sebesar 15%.

“Keberhasilan Shopee sebagai penyedia layanan e-commerce dengan awareness tertinggi, frekuensi pembelian tertinggi dan yang paling sering digunakan oleh konsumen Indonesia menunjukkan keberhasilan mereka berkomunikasi dengan efektif  pada pembelanja online di Indonesia,” ujar Soon Lee Lim, Chief Revenue Officer, Snapcart Asia Pasifik.

Berdasarkan hasil riset Snapcart, responden mendapatkan sumber informasi mengenai e-commerce dari iklan di televisi sebesar 24,5 persen. Kemudian, 24,3% mendapatkan informasi dari word of mouth dengan keluarga, kerabat, dan teman. Iklan di sosial media seperti Facebook, Instagram atau Twitter menyumbang 21%. Sedangkan 15,1% mendapatkan informasi dari iklan di situs online.

Lebih lanjut, riset Snapcart juga menemukan bahwa penduduk Pulau Jawa dan Sumatera Utara merupakan pembelanja online yang paling dominan. Berdasarkan data geografi, pembelanja e-commerce tertinggi di Indonesia, yakni DKI Jakarta (22%), Jawa Barat (21%), Jawa Timur (14%), Jawa Tengah (9%), Banten (8%), dan Sumatera Utara (6%).

Sementara, pengamat pemasaran Godo TjahjonoPhD mengatakan, tren pembelanjaan e-commerce di Indonesia meningkat karena jumlah konsumen online dan variasi produknya bertambah, namun demikian, diskon harga dan bonus seperti bebas biaya pengiriman masih menjadi faktordominan dalam mengakuisisi konsumen baru.

Hadir sejak 2015, Snapcart melakukan terobosan di industri riset pasar dengan menyajikan data secara real-time. “Data yang terkumpul sangat akurat dan mencakup volume yang sangat besar, karena setiap hari kami menerima lebih dari 10.000 struk belanja dari 50.000 pengguna aktif bulanan di Indonesia,” ujar Soon Lee. Saat ini, Snapcart telah hadir di empat negara, yaitu: Jakarta, Filipina, Singapura, dan Brazil.

loading...

1 COMMENT

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here