Prabowo Sebut Indonesia Bubar 2030, Ini Video Lengkapnya

0
292
Prabowo Subianto Indonesia bubar 2030
Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto saat berpidato menyebut bahwa Indonesia akan bubar di tahun 2030. (foto: facebook)

ORANYENEWS- Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto menyebut bahwa Indonesia akan bubar pada tahun 2030. Pidato tersebut disampaikan dalam acara resmi Partai Gerindra. Video pernyataan Prabowo tersebut diposting di akun media sosial Partai Gerindra. Pernyataan ini sontak menjadi heboh dan pernyataan dari masyarakat.

Video tersebut berdurasi 1.19 detik, dimana Prabowo Subianto berpidato di depan ribuan kader Gerindra. Berikut isi video penggalan Pidato Prabowo Subianto tersebut:

Saudara-saudara, kita masih upacara, kita masih menyanyikan lagu kebangsaan, kita masih memakai lambang-lambang negara, gambar-gambar pendiri bangsa masih ada di sini.

Tapi di negara lain, mereka sudah membikin kajian-kajian di mana Republik Indonesia sudah dinyatakan tidak ada lagi tahun 2030.

Bung! mereka ramalkan kita ini bubar.

Elite kita ini merasa bahwa 80 persen tanah seluruh negara dikuasai 1 persen rakyat kita, nggak apa-apa. Bahwa hampir seluruh aset dikuasai 1 persen, nggak apa-apa.

Bahwa sebagian besar kekayaan kita diambil ke luar negeri, tidak tinggal di Indonesia, tidak apa-apa.

Ini yang merusak bangsa kita sendiri. Semakin pintar, semakin tinggi kedudukan, semakin curang, semakin culas, semakin maling.

Tidak enak kita bicara, tapi sudah tidak ada waktu untuk kita berpura-pura lagi.

Politikus Partai Gerindra Fadli Zon menilai pidato Prabowo Subianto tersebut merupakan warning dan kritik bagi pemerintah yang dianggap belum bekerja maksimal. Sebab, jika hal itu dibiarkan akan berdampak buruk bagi keberlangsungan negara ini. “Itu namanya warning, ya. Kita itu ingin Indonesia lebih dari 1.000 tahun, 2.000 tahun, selamanya sampai kiamat. Tapi kalau cara memimpin Indonesia sama seperti sekarang ya bisa kacau,” kata Fadli Zon.

Fadli melanjutkan Warning yang dimaksud sendiri adalah agar pemerintah tidak salah dalam menentukan arah negara ini. Tujuannya agar Indonesia tidak mendekati jurang kehancuran.

“Kalau kita salah jalan, kita bisa bubar. Justru kita tidak ingin kita itu bubar. Jangan sampai kita salah jalan. Menurut saya ini kita sudah banyak salah jalan ya masuk kejerat utang dan lain-lain,” tegas Fadli

Lebih lanjut, Fadli menerangkan, bukan tidak mungkin Indonesia akan mengalami kehancuran jika tidak adanya perbaikan dalam sistem bernegara. Hal itu berkaca dari pengalaman Uni Soviet, negara digdaya pada masanya yang akhirnya pecah dan mengalami kehancuran.

“Uni Soviet saja pecah. Kita lihat pengalaman Uni Soviet. Negara yang sangat kuat saja hanya bertahan 70 tahun. Padahal dia punya partai yang sangat kuat, punya Red Army yang sangat kuat,” pungkas Fadli.

Namun Fadli mengaku belum mengetahui pasti kapan dan di mana video itu dibuat. Ia juga belum dapat memastikan pidato itu disampaikan dalam acara internal partai atau acara lain.

ISTANA MENANGGAPI

Johan Budi, Staf Khusus Presiden bidang Komunikasi angkat bicara terkait pernyataan Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto, mengenai “Indonesia bubar tahun 2030”.

Johan mempertanyakan keabsahan pernyataan Prabowo tersebut, terutama tentang kajian maupun data yang menopang kesimpulan tersebut.

“Itu yang disampaikan Pak Prabowo saya tidak tahu, apakah ada dasar kajian secara ilmiah, kemudian bisa menerawang jauh ke depan 2030 Indonesia bubar,” ujar Johan di Istana Kepresidenan.

Sebab, kata dia, Presiden Joko Widodo dan Wakil Presiden Jusuf Kalla justru berupaya menjadikan Indonesia diperhitungkan oleh dunia pada tahun 2045.

Apalagi, Johan mengklaim, tingkat investasi modal di Indonesia mengalami kenaikan sehingga situasi dalam negeri cenderung baik.

“Tapi kalau pernyataan itu dimaksudkan sebagai masukan, dengan analisis yang begitu banyak, misalnya, ya tentu sah-sah saja, bisa dipelajari karena dihasilkan data valid,” lanjut Johan.

AHY Prediksi Masa Keemasan Indonesia 2045

Berbeda dengan Prabowo Subianto, Agus Harimurti Yudhoyono justru memiliki pandangan yang lebih optimistic mengenai masa depan Indonesia. Dia bahkan memprediksi bahwa Indonesia akan memiliki masa keemasannya pada 2045.

“Asal saja para pemudanya lebih serius dan peduli mengejar prestasi,” ungkap Wakil Sekjen PD Rachland Nashidik.

Menurutnya, inilah bedanya kepemimpinan zaman now dan pemimpin zaman old. Pemimpin zaman now menawarkan optimism, bukan menakut-nakuti masyarakat,

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here