Gelar Konferensi Geng Motor, Polri Undang Polisi dari Berbagai Negara

0
178

ORANYENEWS- Aksi geng motor yang selama ini kerap melakukan pelanggaran tindak pidana, menjadi perhatian pemerintah Indonesia. Polri sendiri dengan berbagai cara, usaha dan upaya terus menghalau aksi yang meresahkan masyarakat itu.

“Pemerintah, Polri khususnya, ingin menyegerakan langkah-langkah efektif dan efisien. Untuk segera menuntaskan keresahan masyarakat akibat pelanggaran tindak pidana dari beberapa geng motor di Indonesia,” kata Kepala Badan Reserse dan Kriminal (Bareskrim) Mabes Polri, Komjen Pol. Ari Dono Sukmanto di Hotel Borobudur, Jakarta, Selasa (20/3/2018).

Menurut Ari, Polri selama ini telah menampung berbagai usulan hingga permintaan dari masyarakat. “Usulan hingga permintaan itu kami terjemahkan di Konferensi Geng Motor hari ini. Tujuan lainnya sekaligus untuk memetik pelajaran dari negara-negara lain. Bagaimana mereka telah sukses mengantisipasi berbagai kejahatan yang dilakukan oleh geng motor di negaranya. Agar Indonesia memiliki bekal yang lebih efektif dan efisien lagi menghalau aksi-aksi tak terpuji oleh geng motor,” ujar Ari.

Konferensi Geng Motor hari ini dihadiri oleh Polisi Federal Australia (AFP). Serta dihadiri juga perwakilan aparat berwenang negara lainnya. Mulai dari Thailand, Kamboja, Singapura, Malaysia, Jepang, Uni Emirat Arab, Jerman hingga Yunani.

“Pertemuan ini menjadi penting karena geng motor yang terlibat dengan tindak pidana, mereka, kan, berkelompok. Untuk itu mesti dihadapi juga dengan penegak hukum yang juga berkelompok. Lintas instansi dan lintas negara,” jelas Ari.

Ari menegaskan, pertemuan itu sekaligus juga merupakan langkah antisipasi. Khususnya untuk menghindari aksi lanjutan dari beberapa geng motor yang kerap meresahkan masyarakat selama ini.

“Kekerasan yang dilakukan oleh beberapa geng motor itu memiliki berbagai spektrum. Tentu saja agar spektrum-spektrum itu tak meluas atau membesar, menghalaunya sejak saat ini,” tegas Ari.

Berdasarkan catatan yang dimilikinya, perilaku yang melanggar regulasi oleh geng motor juga sudah menjadi perhatian khusus dari para aparat di negara lain. Kepolisian Uni Eropa, misalnya, mereka menjadikan isu geng motor sebagai ancaman bersama bagi Uni Eropa. Bahkan penanganannya juga menjadi prioritas bersama.

“Sejarah mencatat berbagai aktivitas ilegal telah dilakukan oleh geng motor. Bukan sekadar kekerasan atau penyiksaan saja,” jelas Ari.

Di Indonesia sendiri, aksi beberapa geng motor meliputi berbagai bentuk kekerasan. Mulai dari tawuran, penjarahan, penyerangan, perusakan, pembacokan hingga pembegalan.

“Nah, ada indikasi penguatan aktivitas ilegal di luar spektrum itu. Ini yang hendak diantisipasi segera. Jangan sampai aksi ilegal mereka di Indonesia lebih meresahkan masyarakat. Atau bahkan mengacaukan situasi dan kondisi nasional,” pungkas Ari.

SHARE

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here