Sejarah Pertama Kali Nabi Muhammad Melakukan Salat Jumat

0
839

ORANYENEWS– Salat Jumat adalah salat yang sangat khusus dan berbeda dengan salat lainnya. Memiliki banyak keutamaan dan juga syarat khusus yang harus dilakukan. Lalu, bagaimana sejarah mengenai salat Jumat, kapan Nabi Muhammad SAW melakukan salat Jumat, dan dimana? Tulisan ini akan menjawabnya.

Jumat berasal dari bahasa Arab, yaitu Jumu’ah yang artinya beramai-ramai. Makanya, syarat wajib salat Jumat haruslah berjamaah tidak bisa salat sendirian di rumah.

Dinukil dari kitab Fiqh Al Islami wa Adillatuhu, disebutkan bahwa perintah salat Jumat sebenarnya sudah diturunkan sejak Nabi Muhammad SAW berada di Makkah, sebelum hijrah ke Madinah. Namun, situasi sosial dan politik saat itu dimana Makkah dikuasai Kaum Quraisy, umat muslim sulit untuk berkumpul untuk salat Jumat berjamaah.

Diriwayatkan Daruquthni dari sahabat Nabi, Ibnu Abbas radiallahu anhu. “Nabi Shalallahu ‘Alaihi wa Sallam diizinkan untuk melaksanakan Shalat Jum’at sebelum melaksanakan Hijrah. Akan tetapi, kaum Muslimin tidak bisa berkumpul di Makkah, maka Nabi Shalallahu ‘Alaihi wa Sallam menulis surat kepada Mush’ab bin Umair yang berada di Madinah: ‘Amma ba’du, perhatikanlah pada hari ketika orang-orang Yahudi mengumumkan untuk membaca kitab Zabur di hari Sabath-nya! Kumpulkanlah wanita-wanita dan anak-anak kalian! Jika siang telah condong separuhnya, di tengah siang hari Jum’at, mendekatlah kepada Allah dengan dua raka’at.

Pada masa itu masih terjadi sengketa dengan kaum Quraisy (yang belum mengakui bahwa Nabi Muhammad adalah Rosulullah), maka perintah tersebut tidak bisa dilakukan”.

Kemudian, Nabi Muhammad SAW bersama sahabat, dan umat muslim lain hijrah dari Makkah ke Madinah dalam suasana yang mengharukan. Dalam perjalanannya, Nabi Muhammad singgah di sebuah kota kecil sekira 7 kilometer dari Madinah, yang saat itu bernama Yastrib. Kota kecil itu bernama Quba.

Di kota yang banyak memiliki pohon kurma itu, Nabi Muhammad SAW tinggal selama empat hari, tapi ada juga riwayat lain yang menyebut Nabi berada di sana selama 14 hari. Saat itu, Nabi berjumpa dengan para sahabatnya yang sangat setia seperti Umar bin Kh

Saat tinggal di Quba, Nabi bersama para sahabat muhajirin atau orang-orang yang berhijrah dari Makkah ke Madinah, serta masyarakat Quba membangun sebuah Masjid yang kemudian dinamakan Masjid Quba. Masjid ini merupakan masjid yang pertama kali dibangun Nabi Muhammad SAW.

Usai membangun Masjid Quba, Nabi Muhammad SAW dan para sahabat melanjutkan perjalanan ke Madinah (saat itu bernama Yastrib) pada hari Jumat pagi. Sekira empat kilometer dari Madinah, Nabi beserta rombongan tiba di sebuah lembah bernama Wadi Ranuna, yaitu sebuah lembah yang dikuasai keluarga Bani Salim bin Auf.

Melihat saat itu matahari telah condong, Nabi pun mendirikan salat Jumat bersama rombongan. Hingga kemudian, lokasi salat tersebut dibangun masjid dan dinamakan Masjid Jumat, sebagai penanda pertama kali salat Jumat diadakan di sana. Menurut riwayat, peristiwa bersejarah salat Jumat pertama kali itu jatuh pada tanggal 16 Rabiul Awwal.

Masjid Jumat seringkali juga disebut sebagai Masjid Bani Salim, karena wilayah tersebut adalah wilayah Bani Salim bin Auf. Walau begitu, masjid bersejarah tersebut tetap ramai dikunjungi para jamaah haji dan umrah saat berada di Madinah. Kini, Masjid tersebut berdiri megah setelah mengalami beberapa kali perbaikan sejak di masa Khalifah Umar bin Abdul Azis dan juga di era Dinasti Abbasiyah antara 155-159 hijriah.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here