Perjuangan Anak Tukang Pemecah Batu, Asrul hingga Menjadi Bripda Polisi

0
237

ORANYENEWS- Perjuangan seorang Asrul hingga mendapatkan pangkat Bripda atau Brigadir Dua, anggota polisi, tidaklah mudah. Banyak hal yang sudah dia lalui dengan keras hingga akhirnya berhasil dilantik sebagai anggota polisi. Dia pun bersimpuh mencium di kaki sang ayah, Syamsuar (46) sebagai wujud rasa syukur.

Asrul merupakan anak pertama dari dua orang anak tukang pemecah baru bernama Syamsuar (46) dan istrinya bernama Rusnah. Mereka tinggal di BTN Batara Ogi, Daya, Kecamatan Biringkanaya.

Bripda Asrul saat bersimpuh di kaki sang ayah, tukang pemecah batu (foto: Ist)

Lulus dari Sekolah polisi Negara (SPN) Batua, Makassar, Sulawesi Selatan, bukan perkara mudah bagi Bripda Asrul. Apalagi, dia bulan berasal dari keluarga yang berada, melainkan pas-pasan. Rumor mengenai ‘uang pelicin’ untuk masuk sebagai anggota Polri sempat membuat dirinya tidak percaya diri.

Tapi, dia tetap nekat. Tahun 2016 dia pernah daftar sebagai calon anggota Bintara kepolisian, tidak lolos dengan alasan kesehatan. Kemudian, dia juga mendaftar sebagai Bintara TNI, hasilnya juga tidak lolos karena ukuran tingginya tidak mencukupi. Dia juga pernah mendaftar sebagai calon anggota Tamtama, juga bernasib sama. Hingga akhirnya, dia mendaftar lagi sebagai anggota Bintara Polisi, dua pekan sebelum ditutup.

Untuk biaya, Asrul tidak pernah membebankan kedua orangtuanya. Sejak lulus, dia sudah terbiasa membantu ayahya sebagai tukang buruh bangunan. Asrul pun mengumpulkan sedikit demi sedikit uang hasil kerjanya, tanpa diketahui orangtua, untuk mengejar cita-citanya. Kini, dia telah berhasil menjadi anggota polisi. Dia pun bersyukur kepada kedua orangtuanya untuk itu.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here