Dipaksa Telan Pil Antimo untuk Ngamen, Ini Efek Diterima Bayi Ucok

0
1649

ORANYENEWS- Bayi berusia 11 bulan bernama Muhammad Ucok dipaksa ayahnya, Syahrudin (58) menelan pil antimo dosis dewasa hampir setiap hari untuk kepentingan ngamen. Lalu, bagaimana efek obat tersebut terhadap bayi yang berusia 1 tahun tersebut?

Dari penelusuran Oranyenews.com, Antimo adalah obat yang memiliki zat aktif bernama Dimenhydrinate, yaitu salah satu dari jenis antihistamin generasi pertama yang memiliki fungsi menghilangkan mual, muntah, dan vertigo atau pusing yang diakibatkan dari mual dan rasa ingin muntah tersebut.

Efek samping dari penggunaan antimo adalah: efek depresi sistem saraf pusat seperti mengantuk, lesu, pusing dan gangguan koordinasi (terutama pada anak anak). Sakit kepala, gangguan psikomotor, efek antimuskarinik seperti mulut kering, pandangan kabur, retensi urin, konstipasi dan peningkatan refluks lambung. efek gangguan saluran pencernaan seperti mual, muntah, diare, dan nyeri epigastrik (sakit uluhati) efek gangguan irama jantung atau aritmia dan palpitasi, berupa jantung berdebar-debar.

Konsumsi obat antimo juga tidak bisa sembarangan. Dosis dewasa dan anak berumur lebih dari 12 tahun adalah 1 tablet sehari, tidak lebih dari 8 tablet (400 mg). Dosis anak berumur 8 – 12 tahun adalah ½ tablet sehari, tidak lebih dari 4 tablet (200 mg) Dosis anak berumur 5 – 8 tahun adalah ¼ tablet atau 1 sachet sehari, tidak lebih dari 2 tablet (100 mg) atau 8 sachet. Dosis anak berumur 2 – 5 tahun adalah ¼ tablet atau 1 sachet sehari, tidak lebih dari 1 tablet (100 mg) atau 4 sachet.

Dokter Nounik Cheri Dwita yang pernah praktek di RS Fatmawati kepada Oranyenews mengungkapkan bahwa memberikan obat antimo kepada bayi yang berusia 11 bulan adalah termasuk kategori penyalahgunaan obat.

“Efeknya si bayi menjadi ngantuk terus, lemah, dan lemas, karena tidak ada asupan makanan. Jika bayi disuruh tidur terus, maka bisa mengganggu tumbuh kembang si bayi, gangguan gizi hingga asupan makanan,” katanya.

Menurut dosen Fakultas Kedokteran UIN Syarif Hidayatullah Jakarta itu efek dari obat tersebut adanya gangguan pada susunan saraf pusat, insomnia, gelisah, dan eksitasi. “Efek ke tubuh kurang nafsu makan, mual dan muntah. Berat badan sudah pasti berkurang,” katanya.

Beruntung bayi Muhammad Ucok ditemukan terbaring di lantai minimarket sehingga viral di masyarakat, dan Dinas Sosial bertindak. Pasalnya, jika tidak segera diselamatkan, tidak diketahui bagaimana kelanjutan nasib bayi Ucok tersebut.

Petugas Panti Sosial Perlindungan Bakti Kasih, Stabita, mengungkapkan saat ditemukan kondisi bayi Ucok hanya lemas, tidur terus, tidak mau bangun selama tiga hari berturut-turut. Tapi, kemudian dibawa ke puskesmas untuk diobati dan dirawat dengan memberikan asupan makanan sehingga berat badan Ucok pelan-pelan kembali seperti semula.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here