Kakak Bayi Ucok Juga Diekploitasi Kedua Orangtua untuk Mengamen

0
566
Keluarga bayi Muhammad Ucok. Ibu berkaos merah, dua kakaknya, dan dua petugas dinas sosial berhijab (foto: Dinas Sosial)

ORANYENEWS- Eksploitasi anak kandung sendiri tidak hanya menimpa kepada Muhammad Ucok, bayi berusia 11 bulan yang dipaksa minum pil antimo setiap mengamen sehingga lemas tubuhnya. Tapi, kedua kakak Ucok juga mengalami eksploitasi yang dilakukan kedua orangtua mereka, Syahrudin (58) dan Rochmaharyati (35).

Eksploitasi tersebut terbongkar setelah kedua orangtuanya ditangkap dan ditahan di penampungan Dinas Sosial DKI Jakarta, Panti Sosial Perlindungan Bakti Kasih, Kemayoran Jakarta Pusat.

Bocah balita
Bocah Balita Lemas di Lantai Minimarket yang vidio nya sempat viral kini sudah sehat kembali (foto : Ist)

Panti Sosial Perlindungan Bakti Kasih, Kemayoran Jakarta Pusat, Stabita mengungkapkan, pria yang sudah menikah ketiga kalinya itu memiliki dua anak lain selain bayi Ucok. Kedua anak lainnya itu adalah Adi Muhammad (8) dan Siti Nurhayati (6). Keduanya tidak bersekolah, melainkan mengamen di jalanan, mencari uang untuk makan keluarga mereka.

Kakak bayi Ucok dipaksa mencari uang dengan mengamen, sang kakak, Adi Muhammad dipaksa mengamen dengan mengenakan ondel-ondel berjalan keliling mencari uang. Setiap hari, Syahrudin menyewa ondel-ondel Rp50 ribu perhari, dan menyuruh anaknya berkeliling.

“Biasanya setiap hari hasilnya Rp100-150 ribu. Sisa hasilnya diberikan kepada si ibu untuk jajan anak dan makan mereka sehari-hari,” katanya.

Sedangkan Siti Nurhayati (6), disuruh sang ibu mengamen di angkot-angkot atau bus di sekitar Tanah Abang. Akan tetapi, sang ibu mengawasi Siti Nurhayati saat mengamen dari lokasi sedikit jauh.

Sama seperti sang kakak, uang hasil ngamen juga diberikan kepada ibu mereka untuk makan dan bayar kontrakan mereka di kawasan Tanah Abang.

Saat ditanya-tanya petugas, pengetahuan mereka sangat tertinggal dengan teman-teman sebayanya. Pasalnya, setiap hari mereka sama sekali tidak menikmati bangku sekolah, melainkan debu jalanan setiap kali mengamen.

Sang ibu, Rochmaharyati (35) tidak menganggap perbuatannya salah. Dia malah mengatakan bahwa setiap anak harus membantu meringankan beban kedua orangtua dalam mencari uang. Namun, yang terlihat justru anak-anak mereka yang masih berumur di bawah 8 tahun itu menjadi tulang punggung keluarga,

Kini, mereka ditampung di Panti Sosial Perlindungan Bakti Kasih, Kemayoran Jakarta Pusat. Rencananya, pihak Panti Sosial akan mencarikan sekolah untuk keduanya, yang tidak jauh dari lokasi Panti agar mereka dapat menikmati bangku sekolah seperti teman sebayanya.

Syahrudin, sang bapak, diketahui hanya bekerja sebagai pengamen dalam menafkahi keluarganya. Bahkan, seringkali dia mengamen membawa bayi Ucok, yang diberi pil antimo, agar lemas dan mendapat simpati orang lain.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here