Dipaksa Minum Antimo, Bayi 11 Bulan Bernama Ucok Juga Sering Disewakan ke Orang Lain untuk Ngamen

Bocah balita
Bocah Balita Lemas di Lantai Minimarket yang vidio nya sempat viral kini sudah sehat kembali (foto : Ist)

ORANYENEWS- Bayi 11 bulan, Muhammad Ucok benar-benar mengalami eksploitasi kedua orangtuanya. Tak hanya dipaksa minum pil antimo saat dibawa ayahnya Syahrudin (56) dan ibunya, Rochmaharyati (35) untuk mengamen. Bayi Ucok juga kerapkali disewakan kedua orangtuanya kepada orang lain yang akan mengamen.

Hal itu diakui sang ibu, Rochmaharyati (35) saat ditanya-tanya Petugas Panti Sosial Perlindungan Bakti Kasih, Kemayoran Jakarta Pusat, Stabita. “Awalnya saat kita Tanya gak ngaku, tapi kemudian saat kita tanya lagi, dia akuin pernah sewakan anaknya (bayi Ucok) ke orang lain,” ujarnya.

Saat itu, Rochmaharyati tidak mengaku berapa kali menyewakan anaknya dan berapa uang yang diterima setiap menyewakan anaknya. Yang pasti, pasangan suami istri yang mengontrak di kontakan berukuran kecil di kawasan Tanah Abang itu kerap kali menyewakan anaknya kepada pengemis atau pengamen lainnya.

Yang ironi, aku Stabita, sang ibu tidak merasa bahwa tindakannya salah. Pasalnya, dia menganggap anak harus membantu orangtua untuk mendapatkan uang. Padahal, usia bayi Muhammad Ucok baru berusia 11 bulan.

Makanya, selain menahan kedua orangtua bayi Ucok di penampungan dinas sosial, keduanya juga diberikan penyuluhan dan penyadaran sebagai orangtua apa yang harus dilakukan kepada anak-anak mereka.

Diketahui, Syahrudin dan Rochmaharyati telah memiliki tiga orang anak, Ucok Muhammad yang baru berusia 11 bulan adalah si bungsu. Sang kakak, Adi Muhammad (8) dan Siti Nurhayati (6) juga mengalami hal yang kurang lebih sama dengan bayi Ucok.

Kini mereka bersama sang ibu ditampung Panti Sosial Perlindungan Bakti Kasih, Kemayoran Jakarta Pusat. Sedangkan sang bapak, ditampung di tempat berbeda, yaitu Panti Sosial Bina Insan (PSBI) di Bangun Daya II, Cipayung, Jakarta Timur. Mereka tidak diperbolehkan pulang, hingga mampu menjalani kehidupan tanpa mengamen.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here