Honor Kurang Diperhatikan, Penyebab Marbot Masjid Garut Berbohong Mengaku Dianiaya

1
213

ORANYENEWS- Seorang marbot di Masjid Besar Al Istiqomah, Pamengpeuk, Garut, bernama Uyu Ruhyana mengaku mengarang cerita bahwa dirinya dianiaya sekelompok orang dengan menggunakan senjata tajam.

Setelah cerita bohongnya berhasil dipatahkan penyelidikan polisi Uyu mengakui bahwa dirinya hanya mengarang cerita. Motifnya, dia mengaku bahwa keuangannya sebagai marbot masjid yang hanya mendapatkan honor Rp150.000 tidak diperhatikan. Makanya, dia mengarang cerita agar mendapat perhatian dan mendapatkan uang.

Uyu Ruhyana (dok Polres Garut)

Demikian diungkapkan Dirkrimum Polda Jabar Kombes Umar S Fana, Rabu 28 Februari 2018.

Cerita berawal saat sepasang suami istri bernama Haji Agus dan Hj Dedeh menemukan Uyu tengah tergolek di dalam masjid dengan baju robek dan tangan terikat pukul. 04.20 WIB. Terkejut melihat itu, Agus dan Dedeh memanggil warga untuk datang membantu dan membawanya Uyu ke puskesmas.

Mendengar informasi tersebut, Kapolres Garut bersama Timsus Ditkrimum Polda Jabar datang dan langsung datang, kemudian memimpin kegiatan pra rekonstruksi di TKP. Ternyata oleh TKP dan penyelidikan menghasilkan kesimpulan yang mengejutkan.

Tidak ditemukan adanya luka sedikit pun pada tubuh sebagaimana pengakuan korban dibacok oleh pelaku sebanyak lima orang. Tidak ditemukan adanya jejak orang di sekitar masjid.

“Tidak ada saksi yang melihat langsung kejadian tersebut. Di lokasi tersebut tidak ditemukan adanya kendaraan baik roda empat maupun roda dua,” tutur Umar.

Kecurigaan berlanjut saat mengecek pakaian Uyu yang dalam kondisi robek bukan karena senjata tajam, namun disengaja

Akhirnya, Uyu pun mengakui peristiwa tersebut tidak ada dan dia hanya mengarang cerita.

1 COMMENT

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here