Marbot Masjid di Garut Akui Berbohong Soal Penganiayaan terhadap Dirinya

0
343
Uyu Ruhyana (dok Polres Garut)

ORANYENEWS- Satu per satu cerita bohong alias hoax terungkap. Kali ini seorang marbot masjid di Garut bernama Uyu akhirnya mengaku bahwa dirinya berbohong telah dianiaya.

Beberapa hari lalu, dia mengaku telah menjadi korban penganiayaan. Bajunya sobek-sobek. Kabar tersebut langsung dipercaya begitu saja sehingga sampai diviralkan beberapa orang di media sosial. Bahkan, kabar tersebut ditambahi ‘Bumbu-bumbu’ sehingga semakin menyeramkan, sehingga sekelompok warga membentuk keamanan.

Mendapat informasi tersebut, Polda Jabar bergerak cepat merespon informasi penganiayaan marbot masjid bernama Uyu Ruhyana dengan bergerak ke Garut dan melakukan penyelidikan dengan menurut secara rinci kejadian tersebut.

Kapolda Jabar Irjen Agung Budi Maryoto menerangkan, Rabu (28/2), Uyu mengaku dianiaya jelang subuh pukul 04.20 WIB. Uyu bekerja sebagai marbot Masjid Besar Al Istiqomah, Pamengpeuk, Garut.

Saat itu, Uyu ditemukan oleh Haji Agus dan Istrinya Hj Dedeh tengah tergolek di dalam masjid dengan baju robek dan tangan terikat. Sontak Agus dan Dedeh memanggil warga lainnya untuk membantu, kemudian mwmbawa Uyu ke puskesmas.

Kapolres Garut bersama Timsus Ditkrimum Polda Jabar datang dan langsung memimpin kegiatan pra rekonstruksi di TKP. Dari penyelidikan TKP dan pemeriksaan saksi ternyata hasilnyabcukup mencengangkan.

Agung mengungkap tidak ditemukan adanya luka sedikit pun pada tubuh sebagaimana pengakuan korban dibacok oleh pelaku sebanyak lima orang.

Dirkrimum Polda Jabar Kombes Umar S Fana menambahkan bahwa ternyata jelang subuh itu, tidak ditemukan adanya jejak orang di sekitar masjid.

“Tidak ada saksi yang melihat langsung kejadian tersebut. Di lokasi tersebut tidak ditemukan adanya kendaraan baik roda empat maupun roda dua,” tutur Umar.

Polisi semakin curiga saat mengecek pakaia Uyu yang dalam kondisi robek tapi bukan dengan senjata tajam, melainkan disengaja.

Kemudian setelah bukti-bukti dibeberkan, Uyu mengakui bajwa peristiwa tersebut tidak ada dan hanya rekayasa belaka.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here