Setelah Guru, Kini Dosen Penyebar Hoax “’Muadzin Dibunuh” Ditangkap Polisi

1
310
Tara Asri, dosen penyebar hoax "Muadzin Dibunuh" (foto: Dok Polres Majalengka)

ORANYENEWS- Setelah menangkap dua orang guru di Banten dan Lampung karena menyebarkan hoax, kini polisi menangkap seorang dosen Bahasa Inggris di Yogyakarta karena menyebarkan hoax “Muadzin Dibunuh Orang Gila” pada Sabtu 17 Februari 2018.

Informasi hoax yang diposting Tara Arsih (40) itu tersebar dan viral di facebook, belasan ribu orang menyebarkan informasi yang pertama kali diposting Tara tersebut. Polisi pun bergerak melakukan penyelidikan.

Dirkrimum Polda Jabar Kombes Umar S Fana mengatakan bahwa sejak hari Sabtu tanggal 17 Februari 2018 sekitar pukul 12.00 WIB telah terjadi dugaan tindak pidana menyebarkan berita bohong atau menyesatkan pada media sosial Facebook atas nama akun TARA DEV SAMS yang dimiliki Tara Arsih, bekerja sebagai dosen.

Kemudian, polisi pun melakukan penyelidikan dan pengejaran, kemudian berhasil menangkap Tara pada Senin 26 Februari 2018 di kediaman saudaranya di Jakarta Utara.

Umar meluruskan bahwa kasus pembunuhan yang terjadi di Majalengka sudah diungkap polisi, yang benar adalah korban bukanlah seorang muadzin akan tetapi seorang pensiunan yang dibunuh komplotan perampk. “Bukan dibunuh orang gila,” katanya.

Dari penangkapan tersebut, polisi menyita 1 (satu) buah tablet mereka Lenovo tipe 9500 dengan dan satu buah akun email dengan nama email [email protected] yang diekspose ke dalam bentuk CD berikut satu bundel print out-nya.

Kata Umar, pesan yang disebarkan Tara membuat masyarakat di Kabupaten Majalengka menjadi resah dan takut sehingga menimbulkan kegaduhan dan rasa kebencian seseorang atau salah satu pihak. Kini Tara ditahan di Mapolresta Majalengka dan terancam pidana 5 tahun, karena pelanggaran U ITE.

Berikut postingan Tara Asrih di akun Facebook-nya:

Dosen Tara Arsih Penyebar Hoax “’Muadzin Dibunuh”
Dosen Tara Arsih Penyebar Hoax “’Muadzin Dibunuh”

SIAPA KEMAREN YANG KEPANASAN SUARA ADZAN ?? dan seorang muadzin jadi korban (yang katanya) orang gila.  

Innalillahi wa innailahi Rojiun, nama beliau bpk Bahroen seorang muadzin di desa sindang kec. Cikijing. Majalengka Jawa Barat.
Modus perampokan disertai pembunuhan…
Mungkin kah orang gila lagi pelakunya?

KEBENARAN AKAN MENEMUKAN JALANNYA DAN ITULAH KEPEDIHAN BAGI PARA PENCIPTA & PEMAIN SANDIWARA INI.. ALLAH MAHA MEMBALAS…aamiin.

1 COMMENT

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here