Hot Politics: Habib Rizieq Batal, Novel Baswedan Pulang, & Jokowi Resmi Capres PDIP

0
373

ORANYENEWS- Pekan bulan Februari mencatat beberapa peristiwa penting yang sangat patut untuk diulas kembali. Dari sekian banyak peristiwa politik, terdapat 3 peristiwa politik yang pantas untuk diulas untuk memulai awal pekan Maret 2018. Peristiwa tersebut, adalah batalnya kepulangan Habib Rizieq Shihab, berbeda dengan Rizieq, Novel Baswedan justru pulang ke Tanah Air setelah menjalani perawatan, dan yang terakhir adalah Rakernas PDI Perjuangan di Bali menjadi momentum bersejarah, PDIP menetapkan kedua kalinya Joko Widodo sebagai calon Presiden partai berlambang banteng.

Lagi, Rizieq Batal Pulang

Yang pertama adalah peristiwa rencana kepulangan Imam Besar Front Pembela Islam (FPI) Habib Rizieq Shihab. Sejak awal pengumuman sudah terjadi perbedaan pandangan di kalangan alumni 212. Pengumuman pulangnya Habib Rizieq disampaikan Persaudaraan Alumni 212, padahal alumni 212 sudah memiliki payung organisasi bernama Presidium Alumni 212.

Baca: Habib Rizieq Pulang Jika Dijemput Anies Baswedan

Dewan Penasihat Persaudaraan Alumni 212 yang juga pengacara Habib Rizieq, Eggy Sudjana yang mengumumkan Habib akan kembali ke Indonesia pada 21 Februari 2018. Bahkan, dia mengaku akan mengerahkan 5 juta massa untuk menyambut Habib Rizieq.

Namun, apa yang telah dijanjikan tidak terjadi. Habib Rizieq batal pulang ke Tanah Air. Melalui telepon. Rizieq mengaku masih menunggu petunjuk sembari melakukan salat istikharah. Batalnya kepulangan Habib Rizieq tersebut tercatat sebagai yang ke-6 kalinya, sejak dirinya pergi ke luar negeri dan tidak kembali ke Tanah Air setelah ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus chat mesum bersama muridnya, Firza Husein.

Puluhan orang yang bersiap menjemput pun terpaksa ‘balik kanan’ setelah mendengar Habib Rizieq batal pulang ke Tanah Air.

10 Bulan Pengobatan, Novel Pulang ke Tanah Air

Berbeda dengan Rizieq Shihab yang tak kembali untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya sejak ditetapkan tersangka Mei 2017, Novel Baswedan yang diserang air keras oleh dua orang tak dikenal sejak April 2017 kembali ke Tanah Air untuk menuntut haknya, agar pelaku segera ditemukan. Dia kembali setelah menjalani 10 bulan perawatan di Singapura untuk mengobati kornea matanya yang terkena air keras.

Novel tidak disambut 5 juta orang, sebagaimana rencana penyambutan terhadap Habib Rizieq. Hanya ratusan orang, dari para pekerja KPK, pimpinan KPK, aktivis antikorupsi, dan wartawan yang menyambut Novel Baswedan.

Bahkan, mantan Ketua KPK Abraham Samad juga ikut hadir dalam penyambutan tersebut.

Novel Baswedan saat itu bertekad bahwa apa yang menimpa dirinya, tidak akan menyurutkan langkahnya dan rekan-rekannya dalam memberantas korupsi.

Resmi, Jokowi Capres PDIP

Kejutan demi kejutan tak pernah berhenti. Kejutan terakhir di akhir pekan adalah keputusan Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri yang menetapkan secara resmi partai berlambang banteng untuk kedua kalinya mendukung Joko Widodo sebagai calon presiden di Pilpres 2019.

Saat Megawati mengumumkan pencapresan Joko Widodo, sorak sorai dan pekik “Salam Metal” langsung menyeruak di antara ribuan kader dan pengurus yang menghadiri pembukaan rakornas PDI Perjuangan.

Megawati menggunakan hak prerogatifnya sebagai Ketua Umum partai, dalam mengumumkan Jokowi sebagai capres PDIP.

PDIP bukanlah partai yang pertama kali mencapreskan Jokowi di Pilpres 2019. Walaupun bukan kader, akan tetapi Partai Nasdem dan Partai Golkar sudah terlebih dahulu mendukung Jokowi maju kembali sebagai capres 2019.

HASIL SURVEY CAPRES 2019

Hasil lembaga survey hingga saat ini masih menunjukkan Presiden Jokowi sebagai calon yang elektabilitasnya lebih tinggi dibandingkan nama-nama yang disebut sebagai calon presiden.

Survey Indo Barometer yang dirilis pada akhir tahun 2017, Desember, menyebutkan elektabilitas Jokowi 34,9 persen, disusul Prabowo 12,1 persen, Anies Baswedan 3,6 persen, Basuki Tjahaja Purnama 3,3 persen, dan Gatot Nurmantyo 3,2 persen.

Sebulan setelahnya, Januari 2018, SRMC menyebut perolehan suara Jokowi lebih tinggi dibandingkan hasil survey Indo Barometer dengan angka 38,9 persen, posisi Prabowo lebih rendah yaitu 10,5 persen, Gatot Nurmantyo berada di urutan ketiga dengan angka 0,8 persen, disusul Anies Baswedan dengan 0,5 persen, dan Agus Yudhoyono dengan 0,3 persen.

Februari 2018, Poltracking Indonesia juga merilis hasil surveynya yang menyebut bahwa elektabilitas Joko Widodo dan Prabowo meningkat sejak survey mereka terakhir November 2017. Jokowi berkisar 45-57 persen, dari survey sebelumnya 41,5 persen. Prabowo juga meningkat di angka 19,8-20 persen persen dari 18,2 persen.

Ketiga nama potensial capres lainnya yaitu Anies Baswedan, Agus Harimurti Yudhoyono, dan Gatot Nurmantyo, masih berada di bawah angka 4 persen.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here