Didampingi Pengacara Gratisan, Bos First Travel Jatuh Miskin?

0
427

ORANYENEWS- Sidang perdana kasus penipuan First Travel terhadap puluhan ribu jamaah digelar di Pengadilan Negeri Depok, Jawa Barat. Dalam persidangan perdananya, tiga bos First Travel, yakni pasangan suami istri Andika Surachman dan Anniesa Desvitasari Hasibuan serta adik Anniesa, Siti Nuraidah Hasibuan alias Kiki, tidak didampingi pengacara.

Kuasa hukum yang sempat mendampingi mereka saat kasus dilimpahkan dari kepolisian ke Kejari Depok, yaitu Ajis Tolahu tidak hadir di persidangan. Ketua majelis hakim Sobandi pun sempat menanyakan kepada ketiga terdakwa, apakah bersedia menjalani sidang tanpa didampingi kuasa hukum.

Ketiganya menjawab, “Kami siap.”

Hakim lalu meminta Tim Jaksa Penuntut Umum (JPU) yang terdiri dari Heri Jerman, Tiazara Lenggogeni, Ramadhan, Mukhamad Tri Setyobudi, dan Tri Sumarni, untuk membacakan dakwaannya.

Baru beberapa kata dakwaan dibacakan, hakim ketua Sobandi menginterupsi.

“Pengadilan akan menyediakan pengacara untuk mendampingi ketiga tersangka. Kita tunjuk dulu kuasa hukum untuk mendampingi. Ini cuma-cuma dan tidak dibayar,” kata Sobandi.

Ia kemudian berdiskusi dengan hakim anggota lainnya, dan akhirnya setuju menunjuk kuasa hukum dari lembaga bantuan hukum PN Depok atas nama Rozali, mendampingi ketiga terdakwa.

Dalam berkas dakwaan, JPU membagi dakwaan dalam dua perkara, yakni berkas dengan nomor perkara 83/Pid.B/2018/PN Depok atas nama Andika Surachman dan Anniesa Desvitasari Hasibuan. Sedangkan nomor perkara 84/Pid.B/2018/PN Depok atas nama Siti Nurhaida Hasibuan alias Kiki dipisah tersendiri.

Dalam dua berkas itu, tim Jaksa Penuntut Umum (JPU) menjerat terdakwa dengan pasal 378 KUHP jo pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP jo pasal 64 ayat (1) KUHP, pasal 372 KUHP jo pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP jo pasal 64 ayat (1) KUHP.

Juga, pasal 3 Undang-undang Nomor 08 Tahun 2010 tentang Pencegahan dan Pemberantasan Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU) jo pasal 55 ayat (1) KUHP jo pasal 64 ayat (1) KUHP.

Diketahui, harta milik bos First Travel telah disita Bareskrim Mabes Polri, dari sejumlah mobil mewah senilai miliaran rupiah, rumah mewah, tanah, apartemen, kontrakan, butik milik sang istri,  dan lain sebagainya, yang ditaksir nilainya mencapai Rp50 miliar. Padahal, uang calon jamaah umrah yang dikantongi tersangka diduga mencapai Rp1 triliun.

Perginya pengacara First Travel, Andhika Surachman bukanlah yang pertama kali. Sebelumnya, Eggy Sudjana juga memilih mundur membela mereka, dengan alasan Andhika tertutup. Kemudian, Eggy Sudjana digantikan dengan Ali Nurdin. Namun, baru seumur jagung, Ali Nurdin juga memilih mengundurkan diri.

Terakhir, Ajis Tolahu menjadi pengacara ketiga tersangka penipuan tersebut, hingga namanya masih tercantum saat berkah dilimpahkan ke kejaksaan negeri. Namun, saat persidangan pertama, Ajis tidak menampakkan batang hidungnya.

Tidak diketahui, apakah ini bagian dari strategi bos First Travel atau memang mereka sudah tidak memiliki uang untuk membayar pengacara. Yang pasti, saat hakim mengajukan pendampingan pengacara gratis dari pengadilan, ketiganya langsung mengiyakan tanpa berpikir panjang.

SHARE

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here