Kiprah 25 Tahun Alexander Pulalo, Ditinggal Istri dan Berakhir Menganggur

0
1230

ORANYENEWS- Nama mantan bek kiri tim nasional Indonesia Alexander Pulalo sempat mencuat setelah beberapa kali membela tim nasional di tingkat internasional. Kini, kisah jaya Alex, sapaan akrabnya sudah pudar. Ditinggal istri dan menjadi pengangguran adalah kisah nyata berikutnya.

Alexander Pulalo adalah pemain sepakbola kelahiran Jayapura Papua 8 Mei 1973. Pernah menjadi kebanggaan masyarakat Papua, mantan pemain berusia 44 tahun itu memulai karirnya di klub Semen Padang tahun 1994-1998.

Penampilannya yang ciamik membawanya ke pentas internasional dengan membela Merah Putih di ajang Piala Tiger (kini AFF). Bahkan, dia sempat mengikuti program PSSI Primavera bersama Kurniawan Dwi Yulianto, Bima Sakti, Widodo C Putro, dan lain-lain.

Saat Piala Tiger 1998, Alexander Pulalo bermain sebanyak 3 kali (2 kali sebagai pemain pengganti). Saat itu, dia memang kalah bersaing dengan Aji Santoso. Namun, dalam pertandingan menghadapi Thailand, dirinya mendapatkan kesempatan dari Rusdi Bahalwan untuk menjadi pemain utama – sebelum digantikan Aji Santoso pada babak kedua. Sayangnya, pertandingan tersebut berakhir secara memalukan.

Tak lama Piala Tiger usai, Alexander Pulalo pindah klub ke Pelita Jaya 1998-1999, satu musim kemudian dia pindah ke PSM Makassar, PSIS Semarang, Persija Jakarta, Persib Bandung, Arema Malang, dan terakhir kembali ke Semen Padang.

Selanjutnya, pada tahun 2010 dia memutuskan untuk berhenti dari lapangan hijau. Dia kemudian beralih profesi menjadi sopir stasiun televisi MetroTV. Sesekali dia diminta untuk melatih tim sepakbola di level bawah dengan bayaran Rp500 ribu.

Lepas dari sepakbola, lepas juga istri yang sudah lama nenemaninya bertahun-tahun hingga memiliki tiga orang anak. Dia hanya berucap, mungkin sang istri meninggalkan dirinya karena sudah tidak berjaya lagi seperti dulu.

Kini, Alexander telah memiliki seorang cucu dari putri pertamanya. Dia juga baru saja berhenti dari pekerjaannya sebagai seorang sopir stasiun televisi. Dia usia tuanya, dia berkeinginan untuk membuka warungkopi dan juga pelatih sepakbola.

Makanya, saat menjadi target program televisi “Uang Kaget”, Alexander yang kala itu menerima uang total Rp15 juta, memanfaatkan dengan baik dengan membeli sejumlah barang untuk modal warungkopi dan menjadi pelatih.

Kini, dia masih berjuang demi kehidupan keluarganya, setelah berjuang meninggikan bendera merah putih di pentas internasional.

Dalam ucapnya, dia hanya berpesan kepada generasi muda timnas PSSI agar tidak mencontoh dirinya, yang tidak mempersiapkan masa pensiun setelah gantung sepatu, karena ternyata perhatian pemerintah belum menyentuh nasib Alexander Pulalo, “Jangan mencontoh saya, ” tutupnya

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here