4 Aksi Polisi Gadungan, dari Memalak hingga Minta Pijat Gratis

0
150

ORANYENEWS- Jika Anda didatangi seseorang mengaku sebagai polisi mengancam kemudian meminta uang, Anda patut curiga karena bisa saja orang tersebut adalah polisi gadungan. Pasalnya belakangan ini marak polisi gadungan bermotif ekonomi hingga seksual, dari memalak uang hingga minta layanan pijat plus gratis. Jangan sampai anda menjadi korbannya.

Oranyenews.com merangkum sejumlah aksi polisi gadungan yang berhasil diamankan polisi asli, karena melakukan aksi-aksi kriminalitas.

Yang terbaru adalah aksi Joko, pria berusia 36 tahun ini mengaku sebagai polisi dengan bermodalkan kaos coklat bertuliskan PAM Obvit, sebuah borgol,  dan senjata air softgun. Polisi gadungan yang telah beroperasi di kawasan Tangerang dan Jakarta Barat ini mengaku telah memerkora 39 wanita dengan tipu daya muslihatnya yang mengaku sebagai seorang polisi.

Modusnya adalah mengincar pasangan kekasih yang baru saja melakukan check in di hotel. Kemudian, calon korban dibuntuti dan dipepet, hingga diancam akan dibawa ke kantor polisi karena telah melakukan tindakan asusila. Dia meminta uang Rp5 juta kepada setiap korbannya. Saat sang pacar pergi mengambil uang, disitulah kesempatan Joko membawa kembali perempuan korbannya ke hotel dan memperkosanya.

Sebagaimana yang dialami AM pada 2 Februari lalu selepas keluar hotel bersama pacarnya. Peristiwa tersebut akhirnya dilaporkan dan Joko, si polisi gadungan ditangkap.

Ngaku Brimob Minta Aksi Porno

Masih di bulan Februari, Dwi Haryanto (35), warga asal Ngawi mengaku sebagai anggota Brimob demi menipu seorang mahasiswi cantik di Yogyakarta.

Aksi tipu Dwi dimulai saat dirinya membeli ponsel bekas yang ternyata akun Instagram pemilik lama seorang anggota brimob berpangkat AKP masih aktif di ponsel tersebut.

Dari situ, Dwi berkomunikasi dengan akun Instagram lain dan meminta nomor WhatsApps calon korban untuk melakukan video call. Sebagaimana diceritakan Kapolsek Depok Barat, Kompol Sukirin Hariyanto, Selasa 6 Februari 2018.

Dwi melakukan video call dengan sejumlah perempuan, di antaranya wanita berinisial LL yang berhasil dia bujuk untuk melakukan aksi pornografi. Tanpa izin, brimob gadungan itu me-screenshoot video call tersebut dan mengirimkannya kepada korban, dan memeras Rp2 juta agar dirinya tidak menyebarkan gambar tersebut.

LL lapor polisi, kemudian menjebak pelaku hingga Dwi ditangkap polisi sunggguhan.

Pakai Atribut Polisi Demi Pijat Gratis

Nama yang bagus tidak mencerminkan kelakuannya, Abdullah sengaja membawa atribut polisi demi mendapatkan fasilitas pijat gratis di berbagai tempat pijat.

Abdullah tak hanya berpakaian lengkap polisi, dia juga menggunakan nomor plat mobil polisi bernomor 3403-07. Tak sampai di situ, di dalam mobil minibus Daihatsu Sigra warna merah itu didapatkan pula beberapa atribut Polri, kaos Polri, celana coklat Polri, celana olah raga warna Polri, serta senjata Air Softgun.

Akhirnya, aksi yang sudah dilakoninya selama 6 bulan itu terbongkar pada 31 Januari 2018 di Panti Pijat kawasan Jalan Raya Kaliabang, Kecamatan Bekasi Utara.
Saat itu seorang satpam merasa curiga dengan gerak-geriknya. Diapun melaporkan ke Polsek Bekasi Utara.

“Satpam ceritalah tentang kelakuan si Polisi Gadungan itu.” ujarnya.

Bermodal Pistol Polisi Gadungan Palak Pemotor

Berlagak bak Polisi, dua pemuda palak pengendara sepeda motor di Bintaro, Tangerang Selatan, Selasa (30/1) dini hari. Dari tangan pelaku didapati uang Rp 100.000 hasil memalak, pistol korek api, borgol, dan sebilah parang.

Kapolres Tangerang Selatan AKBP Fadli Widianto menerangkan, pelaku sudah dua kali melakukan aksi pemalakan terhadap korban di Gandaria City dan Bintaro.

“Dia berpura-pura seolah-olah sebagai Polisi, menanyakan dokumen kendaraan korban,” kata dia, Selasa (30/1/2018) di Mapolres Tangsel.

Kedua pelaku yakni Rizky Ananda (21) dan Septiawan (22), ini adalah pengangguran. Keduanya, kerap melancarkan aksinya di malam dini hari.

Kepada penyidik polisi, pelaku mengaku baru sebulan ini menjalankan aksi kejahatannya dengan berpura-pura sebagai Polisi gadungan. Rizki mengaku hanya ingin memeras korban untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari.

“Mengaku Polisi, biar korban mau berhenti saja, biar korban takut,” katanya.

Tertangkapnya kedua pelaku setelah korban berteriak meminta tolong warga sekitar. Saat itu juga kebetulan ada polisi yang tengah berpatroli.

“Jadi dia berboncengan, lalu menghentikan korban dan mengaku sebagai Polisi. Keduanya menanyakan surat-surat pengendara, karena tidak lengkap pelaku meminta uang, namun korban yang curiga berteriak, sehingga memancing petugas yang sedang patroli, akhirnya kedua pelaku berhasil diamankan,” ucapnya

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here