Bahan Baku Tercemar, Pharos Indonesia Bantah Viostin DS Mengandung Babi

1
384
PAROS INDONESIA
PT Pharos Indonesia menjawab jumpa pers yang mengenai salah satu produknya mengandung DNA babi. Dalam jawabannya, Pharos menyebut bahwa produk Viostin DS mengandung sapi dan bukan babi.

ORANYENEWS- PT Pharos Indonesia menjawab jumpa pers yang dilakukan Ketua BPOM Penny K Lukito siang tadi yang menyebut salah satu produknya, Viostin DS mengandung DNA babi. Dalam jawabannya, Pharos menyebut bahwa produk Viostin DS mengandung sapi dan bukan babi.

Director of Corporate Communications PT Pharos Indonesia, Ida Nurtika, menjelaskan bahwa Viostin DS dibuat dengan menggunakan bahan baku dari sapi dan sama sekali tidak mengandung babi.

Baca Juga: BPOM Resmi Tarik Izin Edar Viostin DS & Enzyplex karena Mengandung DNA Babi.

“Bahan baku tersebut dipasok oleh pemasok dari Spanyol yang telah memiliki sertifikat halal dari Halal Certification Services/HCS (http://www.halalcs.org/) yang telah diakui oleh MUI. Selama ini, kami menggunakan bahan baku dari pemasok tersebut,” terang Ida Nurtika.

Dia mengungkapkan, memang pada akhir November 2017, Badan POM melakukan pemeriksaan terhadap produk Viostin DS dengan nomor bets tertentu dan menemukan pencemaran. “Kami sangat terkejut menerima informasi tersebut, karena Viostin sebetulnya tengah dalam proses persiapan pendaftaran sebagai produk halal,” urai Ida bercerita.

Kemudian, segera setelah menerima informasi BPOM tersebut, sebagai bentuk kepedulian perusahaan terhadap konsumen, PT Pharos Indonesia melakukan penarikan produk Viostin DS secara bertahap dari seluruh wilayah Indonesia, serta menghentikan produksi dan penjualan produk Viostin DS.

“Berdasarkan hasil penelusuran pada bets tersebut, kami menemukan bahwa sumber pencemaran berasal dari salah satu bahan baku pembuatan Viostin DS, yakni Chondroitin Sulfat, yang diperoleh dari pemasok di Spanyol. Kami sangat menyayangkan hal tersebut, karena selama ini hasil uji bahan baku menunjukkan hasil negatif DNA porcine,” katanya

Dia pun menegaskan bahwa pihaknya sangat menyesalkan terjadinya hal tersebut, karena misi Pharos Indonesia adalah memberikan produk terbaik yang dapat meningkatkan status kesehatan masyarakat. “Untuk itu, kami meminta maaf kepada seluruh konsumen dan masyarakat Indonesia atas ketidaknyamanan yang terjadi,” ujarnya.

Kemudian Ida melanjutkan bahwa hingga saat ini, pihaknya terus melakukan penarikan semua produk hingga tiga bulan ke depan.“Sesuai arahan dari BPOM, semua produk yang telah ditarik dari pasar, akan kami musnahkan dengan berkoordinasi dan disaksikan oleh BPOM,” ujarnya.

PT Pharos Indonesia juga mengatur mekanisme pengembalian produk dari konsumen yang masih memiliki produk Viostin dan ingin mengembalikannya. Apabila konsumen membutuhkan informasi lebih lanjut, maka dapat menghubungi layanan kontak pelanggan di 08111666973 atau 085776252272.

“Untuk melindungi kepentingan konsumen, kami terus menjalin komunikasi dan koordinasi dengan Badan POM dalam menangani isu ini. Demikian yang dapat kami sampaikan, semoga dapat memberikan kejelasan atas isu yang tengah beredar di masyarakat,” katanya.

1 COMMENT

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here