Mengandung DNA Babi, BPOM Resmi Cabut Izin Viostin DS dan Enzyplex

1
255
Viostin DS
Produk Viostin DS Mengandung DNA Babi (Foto : Ist)

ORANYENEWS– Dua produk obat rematik dan lambung, yaitu Viostin DS dan Enzyplex secara resmi dicabut izin edarnya karena ditemukan produknya mengandung DNA babi. Temuan tersebut merupakan hasil dari uji suplemen makanan Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM).

Dalam surat edaran BPOM, Kepala Badan POM RI, Penny K Lukito menjabarkan BPOM menemukan adanya inkonsistensi informasi data premarket dengan hasil post market. Dua obat tersebut ditengarai mengandung bahan yang tidak sesuai sebagaimana pada saat didaftarkan ke BPOM.

Baca Juga: Pharos Indonesia Bantah Viostin DS Mengandung Babi

Dalam jumpa pers yang digelar di Badan POM RI, Penny K Lukito mengatakan bahwa hasil dari pengujian pada pengawasan post market menunjukkan postif DNA babi, sementara data yang diserahkan dan lulus evaluasi Badan POM RI pada saat pendaftaran produk menggunakan bahan baku bersumber sapi.

 

Dengan penemuan tersebut, Badan POM RI kemudian telah memberikan sanksi peringatan keras kepada PT Pharos Indonesia dan PT Mediafarma Laborateries dan memerintahkan untuk menarik kedua produk tersebut dari peredaran serta menghentikan proses produksi. ” Badan POM RI telah mencabut nomor izin edar kedua produk tersebut,” katanya

Penny melanjutkan, BPOM terus berupaya memperbaiki sistem dan terus meningkatkan kinerjanya dalam melakukan pengawasan obat dan makanan untuk memastikan produk yang dikonsumsi oleh masyarakat. Sebab, produk tersebut dikatakannya, harus memenuhi persyaratan keamanan, khasiat, dan mutu.

Dalam kesempatan itu, Penny juga menegaskan agar masyarakat melaporkan jika masih ditemukan kedua produk tersebut, Viostin DS dan Enzyplex, di toko-toko obat.

1 COMMENT

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here