Sosok Guru Ahmad Budi Cahyono yang Tewas Dianiaya Murid

0
322

ORANYENEWS- Catatan hitam dalam dunia pendidikan, seorang guru meninggal dunia karena dianiaya muridnya, MH, siswa kelas IX, di dalam kelasnya di tengah mengajar.

Peristiwa bermula dari pelajaran terakhir Seni Rupa di SMA Negeri I Torjun, Desa Jrengik, Kabupaten Sampang, Madura, Jawa Timur. Saat itu, guru honorer itu mendapati siswanya, MH tidak mendengarkan pelajarannya dan justru mengganggu siswa lainnya dengan mencoret lukisan siswa lain.

Guru Budi pun menegur yang bersangkutan, tapi tidak digubris. Kemudian, Budi menghukum dengan cara mencoret pipi MH dengan cat lukis. Tidak terima, MH langsung memukul Budi hingga akhirnya dilerai siswa dan guru lainnya. Keduanya pun dipanggil ke ruang guru dan menjelaskan duduk masalahnya kepada kepala sekolah. Saat itu, kepala sekolah tidak melihat adanya bekas luka di bagian tubuh Guru Budi, kemudian keduanya didamaikan dan dipersilakan pulang.

 

Kabid Humas Polda Jawa Timur Kombes Frans Barung Mangera melanjutkan setibanya di rumah, korban mengeluh sakit di bagian leher dan pusing di kepala dan tidur, kemudian pukul 19.00 WIB korban mengalami tidak sadarkan diri dan langsung dilarikan ke RSUD Dr Soetomo Surabaya.

Hingga akhirnya pukul 21.40 WIB, guru Budi dinyatakan meninggal dunia. Diduga penyebabnya adalah akibat pecahnya pembuluh darah di bagian kepalanya.

Guru Budi diketahui sebagai guru honorer untuk mata pelajaran Seni Lukis di sekolah tersebut. Dia menjadi guru seni lukis karena keahliannya di dalam melukis dan juga memainkan alat musik biola. Dia beberapa kali memamerkan hasil lukisannya, dia juga sempat membuat lagu bersama teman-temannya bertajuk “Sendja Jiwa”, di antara liriknya adalah “Satu, satu pergi…. satu, satu hilang….” demikian bunyi lirik di lagu tersebut yang diunggah 3 Januari 2018 di IG miliknya.

Guru Budi yang berusia 27 tahun itu juga dikabarkan belum lama menikah dan istrinya kini tengah hamil muda. Meninggalnya guru Budi ini menyebabkan banyak orang terluka, baik kalangan guru maupun sahabatnya. Mereka pun menuntut agar siswa tersebut diberikan hukuman setimpal.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here