Balada Cuitan Jurnalis Australia Berujung Penahanan Paspor

0
193

ORANYENEWS- Imigrasi Indonesia menahan paspor warga negara Australia yang juga jurnalis BBC,  Rebecca Alice Henschke. Penahanan paspor disebabkan cuitan Rebecca tentang suku Asmat,  Papua.

Dalam akun pribadinya, Rebecca menuliskan: “Inilah bantuan yang masuk untuk anak-anak dengan gizi buruk, di Papua, mie instan, soft drink, dan biskuit super manis.”

Cuitan ini menimbulkan reaksi keras dari pihak imigrasi. “Cuitan di akun pribadinya tidak hanya menyinggung Pemerintah tetapi juga masyarakat Indonesia yang selama menyaksikan kemajuan pembangunan di wilayah Papua, serta mencederai profesi jurnalis yang harus berimbang dalam pemberitaan berdasarkan fakta yang ada,” jelas Kabag Humas dan Umum Ditjen Imigrasi Agung Sampurno, Sabtu 3 Februari 2018.

Menurutnya,  cuita tersebut menimbulkan persepsi dan kesan negatif terhadap Pemerintah.  Faktanya Pemerintah telah berusaha sangat keras dalam memberikan bantuan kemanusiaan terhadap bencana yg saat ini menimpa masyarakat Asmat.

Keberadaan Rebecca di Indonesia dalam rangka melaksanakan tugas Jurnalis dr kantor berita BBC, sehingga perbuatan beliau juga menjadi tanggung jawab sponsor yang mendatangkannnya. Aktivitasnya sebagai orang asing diawasi oleh Tim PORA yang didalamnya terdiri dari berbagai instansi di luar imigrasi termasuk instansi keamanan.

Temuan oleh Tim PORA ini menunjukkan fungsi pengawasan orang asing di wilayah Timika efektif dalam mengawasai keberadaan dan kegiatan orang asing di wilayah Papua.

Praktek ini lazim dilakukan di semua negara dan bagian dari fungsi dan tugas Pemerintah dalam menjaga kedaulatan.

Kebijakan keimigrasian nasional adalah selective Policy dimana hanya orang asing yg membawa maanfaat bagi bangsa dan negara yg diberikan masuk untuk tinggal dan berada di Indonesia.

Setiap orang yang berada di wilayah hukum Indonesia termasuk orang asing harus menghormati dan mematuhi peraturan perundangan yang ada, jgn bersikap semaunya sendiri berdasarkan nilai-nilai dan hukum dari negara asalnya,l.

“Tindakan keimigrasian yang dilakukan adalah menahan Paspor yang bersangkutan sampai dengan proses pemeriksaan selesai dilakukan. Selanjutnya akan dilakukan koordinasi dengan sponsor yang mendatangkan orang asing tersebut,” jelasnya.

Kantor Imigrasi Timika bersama anggota Tim PORA lainnya akan terus memantau perkembangan kasus ini dan semoga menjadi pembelajaran bersama bagi orang asing lainnya agar ketika tinggal dan berada di wilayah Indonesia harus menghormati peraturan perundang-undangan nasioanal yang berlaku, seperti kata pepatah “Dimana Bumi Dipijak Disitu Langit Dijunjung”.

SHARE

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here