Perawat Suntik Mayat, sebelum Meninggal Pasien Sempat Terlantar

0
249
Almarhumah Supariyah (60 tahun) (foto: Ist)

ORANYENEWS- Sebuah video bertajuk ‘suster suntik mayat’ menjadi heboh di dunia maya. Peristiwa terjadi di rumah sakit Siti Khodijah, Taman, Sidoarjo, Jawa Timur. Korbannya adalah (alm) Supariyah, seorang ibu berusia 67 tahun.

Anak korban, Faisal Rizal (44), menceritakan pertama kali almarhumah ibunya pertama kali datang ke rumah sakit tersebut karena keluhan sakit kepala sekira pukul 05.30 WIB, Rabu 20 Desember 2017.

Baca Juga: Video Perawat Suntik Mayat

Saat itu, korban ditangani di ruang Instalasi Gawat Darurat (IGD), dan saat di ruangan tersebut, Supariyah mendapatkan suntikan, kemudian sekira 30-40 menit kemudian diminta kembali pulang ke rumahnya di Jalan Suningrat 19, Desa Ketegan RT 09/02.

Saat itu, setibanya di rumah sang ibu mengeluarkan keringat dingin hingga muntah-muntah. Keluarga mengetahui hal itu pun langsung membawa kembali korban ke RS Siti Khodijah. Saat itu, rumah sakit menyatakan bahwa korban harus dirawat inap. Pasien kemudian ditangani dokter Hamdan dan dokter ahli penyakit dalam yaitu dokter Zakaria.

Saat ditangani, korban kembali mendapat suntikan, dan kemudian juga diinfus. Usai penanganan pertama tadi, sekira pukul 17.00-21.00 WIB, menurut Faisal Rizal tidak ada satupun dokter yang memeriksa korban.

Pagi hari, Faisal sempat bertanya kedatangan dokter dan baru sekira pukul 12.30 WIB, dokter Zakaria datang. Saat pemeriksaan tersebut, ibu Supariyah disebutkan normal dan hanya mengalami gangguan syaraf.

Setelah divonis menderita gangguan syaraf, tidak ada satupun dokter ahli syaraf yang datang berkunjung. Begitu juga dengan ahli syaraf dokter Hamdan, tidak ada yang memeriksa. “Padahal saat itu kondisinya sudah sangat kritis,” ujarnya.

Kata Faisal, sang itu yang dirawat di ruang Multajam bernomor 8 itu hanya mendapatkan pemeriksaan dari suster piket. Begitu juga, pada pukul 21.00 WIB, Kamis 21 Desember, seorang suster piker menyuntik pasien tanpa mengecek kondisi kesehatan.

Saat itu, sang ibu disuntik tidak bergerak karena dalam kondisi tengah tidur. Namun, keluarga penasaran dan melakukan pengecekan sederhana dengan mengecek denyut nadinya yang ternyata sudah tidak ada. Saat itu, diduga pasien sudah meninggal dunia. Keluarha pun marah terhadap perawat piket dan juga dokter Hamdan yang ternyata berada di tempat tersebut.

Tidak terima dengan tindakan rumah sakit, pihak keluarga pun melaporkan pihak rumah sakit Siti Khodijah atas keteledoran yang mereka lakukan.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here