Ini Isi Pidato Ketua MPR Sebut 5 Fraksi di DPR Dukung LGBT

1
130
Zulkifli Hasan

ORANYENEWS- Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) Zulkifli Hasan membuat pernyataan yang menuai kontroversial. Dalam pidatonya, dia menyebut ada lima partai saat ini mendukung dan berupaya melegalkan LGBT.

Pernyataan kontroversi itu diungkapkan Zulkifli Hasan saat sosialisasi empat pilar kebangsaan di hadapan peserta Tanwir Aisyiah, di Kampus Universitas Muhammadiyah (UM), Sabtu 20 Januari 2018 lalu.

Berikut isi pernyataan Zulkifli Hasan yang dikutip dari sebuah video:

Kalau jaman dulu nilai-nilai begitu diagungkan, akhlakul karimah. Ibu ibu, sekarang ini masyaallah
Bahkan sekarang di DPR lagi ramai soal LGBT. Dulu di kampung saya, orang selingkuh itu aib. Sekarang ini minta diakui oleh negara, laki-laki pacaran sama laki-laki. Coba bayangkan.
Dan dalam keadaan itulah, lama-lama juga diam. Perempuan boleh sama perempuan. 
Di DPR, keputusan MK kemarin ada UU pornografi lagi dibahas soal ini
Bayangkan ibu-ibu, sudah ada 5 partai yang nggak apa-apa. Lima, lima.

Namun, saat dikonfirmasi mengenai pernyataannya tersebut, Zulkifli Hasan mengatakan ada 5 fraksi yang menolak LGBT, 5 partai lainnya belum bicara. “PAN menyatakan ada 4 partai yang menolak (LGBT) plus PAN. Yang lima lagi belum ngomong,” kata Zulkifli Hasan.

Sontak pernyataan ini pun menuai reaksi dari berbagai kalangan, utamanya adalah Ketua DPR RI yang belum lama ini dilantik, Bambang Soesatyo. Dia menegaskan bahwa di dalam lembaga yang dipimpinnya ini tidak ada pembahasan mengenai Undang-Undang LGBT .

Dia pun meyakini semua fraksi yang ada di DPR sudah pasti menolak jika ada upaya pembahasan LGBT.

Anggota Komisi III DPR dari Fraksi PDI Perjuangan Aretria Dahlan menilai pernyataan Ketua MPR sebagai sesuatu yang konyol. Pasalnya, tidak ada pembahasan RUU LGBT sebagaimana diucapkan Zulkifli Hasan. Sebab itu, dia heran mengenai adanya 5 fraksi yang setuju LGBT.

Dia pun meminta agar mantan Sekjen PAN itu membuktikan perihal lima fraksi yang disebut pro LGBT. Pasalnya, pernyataan tersebut dapat menyesatkan jika dikonfirmasi publik begitu saja.

Pendapat serupa diungkapkan anggota Fraksi Partai Gerindra Sodik Mujahid. Dia mengungkapkan saat ini memang tengah dibahas RUU KUHP tentang hukuman pidana LBGT. Namun, hampir semua fraksi mendukung perbuatan cabul LGBT dipidana. Hal itu terungkap dalam rapat tim khusus, sebagaimana diungkapkan Sekjen PPP Arsul Sani. Justru, katanya, Fraksi PAN tidak menghadiri rapat tersebut. “Makanya, kami tidak paham dengan pernyataan Ketua MPR,” ujar Sodik.

1 COMMENT

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here