Ini Kontrak Politik Anies Baswedan untuk Aktifkan Becak di Jakarta

0
265
Anies Baswedan naik Becak (foto: Ist)

ORANYENEWS- Kontrak Politik antara Anies Baswedan dengan Forum Komunikasi Tanah Merah Bersatu menjadi peristiwa di balik ide controversial  Gubernur DKI yang ingin mengaktifkan kembali becak di DKI Jakarta. Kapan dan seperti apa isi kontrak politik tersebut?

Peristiwa bermula dari deklarasi dukungan Forum Komunikasi Tanah Merah Bersatu untuk pasangan Anies-Sandi pada Minggu 2 Oktober 2016. Dalam deklarasi yang dilakukan di RW 08, Tanah Merah, Rawa Badak, Jakarta Utara itu warga meminta Anies meneken kontrak politik untuk mendapatkan dukungan mereka. Di antara dari kontrak politik tersebut, Anies diminta melindungi dan menata ekonomi sektor informal, di antaranya Becak.

Kontrak Politik yang ditandatangani Anies Baswedan. (foto Ist)

Berikut isi kontrak politik Anies Baswedan:

  1. Pemenuhan dan Perlindungan hak-hak Warga Kota meliputi : a. Melegalisasi Kampung-kampung yang di anggap ilegal. Kampung kampung yang sudah di tempati warga selama 20 Tahun dan tanahnya tidak bermasalah akan di akui haknya dalam bentuk sertifikasi hak milik.
    b. Pemukiman yang kumuh tidak digusur tapi di Tata seperti (Kampung Tematik,Kampung Deret dll) Pemukiman Kumuh yang berada di atas Tanah Negara (BUMN) akan di lakukan negoisasi yang melibatkan masyarakaLGubernur akan menjadi mediator supaya warga tidak kehilangan hak atas Tanah sesuai dengan UUD 1945 & UUPA 1960.
    c. Perlindungan dan Penataan ekonomi informal : PKL, Becak, Nelayan Tradisional,Pekerja Rumah Tangga , Asongan. Pedagang Kecil dan Pasar Tradisional.
    d. Tetap mempertahankan kebudayaan dan kearifan lokal yang sudah ada dan tumbuh di kampung-kampung Jakarta

    2. Mengkaji Ulang dan Merivisi Perda RTRW (Rencana Tata Ruang Wilayah) Provinsi DKI jakarta dalam hal zonasi peruntukan yang sudah menjadi perkampungan tidak berubah fungsi menjadi pusat perniagaan ApartemenJaman terbuka Hijau dll lebih mengutamakan kepentingan warga masyarakat yang sudah menghuni lebih dari 20 tahun.

    3. Keterbukaan dan Penyebarluaskan informasi kepada Warga Kota.

Dukungan warga Tanah Merah, Rawa Badak, Koja, Jakarta Utara pun tidak main-main. Dari hasil Pilkada putaran pertama, Kecamatan Kota dan Kecamatan Cilincing merupakan basis suara Anies-Sandi. Ahok menang di empat kecamatan, seperti Kelapa Gading, Pademangan, Penjaringan, dan Tanjung Priok.

Tapi pada putaran kedua, Jakarta Utara yang sebelumnya basis pemenangan Ahok menjadi terbalik, Anies-Sandi menang di Jakarta Utara.

“Kalau saya berjanji, akan saya lunasi,” jawab Anies perihal kebijakan operasional Becak di Jakarta.

Namun, upaya pemenuhan janji politik Anies Baswedan dikecam banyak pihak. Sejumlah pengamat transportasi, tata kota tidak sependapat, seperti anggota Dewan Transportasi Kota Jakarta (DTKJ) Ellen Tangkudung, Pengamat transportasi Djoko Setijowarno, pengamat kebijakan publik Agus Pambagio, dan pengamat Tata Kota Yayat Supriyatna.

Mereka menilai bahwa ide menjadikan becak sebagai alat transportasi tidak menarik, dan bahkan cenderung kemunduran. Terkecuali jika becak dioperasikan sebagai transportasi wisata.

Anies Baswedan pun bergeming, dia mengungkapkan bahwa menata transportasi becak merupakan janji politiknya yang akan dia penuhi melalui program community action plan. Dia menjelaskan bahwa transportasi becak akan berlangsung di jalanan kampung, bukan di jalan-jalan besar atau protokol.

Sehingga, dia meminta pengamat, masyarakat, jangan membayangkan bahwa transportasi becak  akan beroperasi di Jalan Thamrin, Sudirman, dan protokol lainnya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here