Indonesia Jadi ‘Magnet’ Pameran Pariwisata Terbesar di Norwegia

0
89
Pameran Travel Fair Indonesia di Oslo. (foto: KBRI Oslo)

ORANYENEWS- Di tengah musim dingin yang mengigit di dataran Eropa Utara, KBRI Oslo langsung memulai kerja mesin diplomasi ekonomi diawal tahun 2018 dengan mengikuti pameran pariwisata terbesar di Norwegia, “The Norwegian Travel Fair – Reiselivsmessen 2018” di Telenor Arena Oslo yang berlangsung tanggal 12-14 Januari 2018.

Kali ini KBRI Oslo menggandeng travel agent dan tour operator dari Indonesia, yakni: Ravelino Tours & Travel (Medan), Dewi Wisata Tours & Travel (Makassar), Asien Paradisresor (Swedia) dan Adventure Indonesia Tour Operator (Jakarta-Bali).

Pertunjukan Tari Saman, Pakarena, Bajidor Kahot, dan Oleg Tamulilingan turut menggebrak panggung seni budaya Reiselivemessen 2018. Aksi panggung kelompok tari anak binaan KBRI Oslo berhasil memukau dan menarik minat para pengunjung untuk mendatangi anjungan Indonesia guna mencari tahu informasi lebih banyak lagi tentang berbagai destinasi wisata menarik yang tersebar di seluruh tanah air dan kekayaan ragam seni budaya Indonesia. Makanan dan minuman khas Indonesia, seperti rendang dankopi Papua juga ‘dikerahkan’ untuk menarik perhatian pengunjung. Keseluruhan upaya tersebut selaras dengan tema partisipasi Indonesia pada Reiselivsmessen 2018: ”Ecotourism and Cultural Heritage of Wonderful Indonesia”.

Di sektor bisnis, pada hari pertama pameran, KBRI Oslo telah memfasilitasi pertemuan bisnis (B-to-B) antara travel agent dan tour operator dari Indonesia dengan para mitranya di Norwegia guna menjalin kontak dan menguatkan jejaring bisnis dalam memasarkan paket-paket wisata di Indonesia melalui travel agent dan tour operator di Norwegia, serta menjembatani kegiatan sales call para travel agent dan tour operator tersebut dengan mitra kerja-mitra kerja terkait lainnya di Oslo.

Suwanto, Tour Manager Adventure Indonesia, menyampaikan apresiasi dan terima kasih atas seluruh upaya KBRI Oslo membantu para pelaku usaha pariwisata Indonesia dalam menjajakan produk-produknya di Norwegia. Wanto, demikian pria berkacamata ini biasa disapa, menambahkan, ‘partnership’ dengan mitra bisnis di luar negeri sangatlah penting karena mereka inilah yang nantinya secara langsung dan ‘continuedly’ memasarkan paket-paket tour dan produk-produk kami di wilayahnya.

“Banyaknya komitmen dan deal dari pengunjung untuk menggunakan jasa perusahaan kami selama pameran kali ini juga menjadi ‘bonus’ tersendiri bagi saya yang telah datang jauh-jauh dari Indonesia”, kata Wanto sambil tersenyum gembira.

Hal serupa juga diungkapkan oleh Vladimir Ćirjaković, relawan di anjungan KBRI Oslo asal Serbia yang telah lama tinggal di Norwegia dan turut membantu ‘menjajakan’ potensi wisata di Indonesia. ‘Mas’ Vladimir yang pernah mendapatkan beasiswa Dhamarsiswa dan menyelesaikan pendidikan magister di IPB Bogor mengingatkan dalam Bahasa Indonesia bercampur Bahasa Inggris bahwa, “Orang-orang Norwegia tentu lebih nyaman berkomunikasi, planning and spending their money untuk liburan lewat travel agent yang ada disini karena mereka dapat bertemu anytime”.

Selain Vladimir, anjungan KBRI Oslo juga mendapat kehormatan dibantu oleh Hilde S. Palladino, seorang friends of Indonesia yang bekerja sebagai travel writer/blogger terkemuka di Norwegia dan telah sering berkunjung ke Indonesia. ‘Sentuhan lokal’ keduanya juga turut meyakinkan para pengunjung untuk berwisata ke Indonesia.

Selama tiga hari pameran, keempat travel agent dan tour operator tersebut telah berhasil menjaring wisatawan potensial dari Norwegia yang akan menghabiskan waktu liburan musim panasnya tahun ini di Indonesia. KBRI Oslo secara khusus meyakinkan para pengunjung yang masih mengkhawatirkan berita-berita terkait aktivitas Gunung (berapi) Agung dan tumpukan sampah di beberapa pantai Bali.

“KBRI Oslo bersyukur di awal tahun 2018 ini dapat kembali mengikuti Reiselivmessen”, ungkap Nilton A.D.R. Amaral, Kuasa Usaha Ad Interm (KUAI) KBRI Oslo. “Banyaknya pengunjung anjungan Indonesia pada pameran kali ini cukup menggembirakan dan membuktikan bahwa kinerja diplomasi ekonomi KBRI guna mendukung upaya Pemerintah Indonesia dalam mencapai target kunjungan wisatawan mancanegara tiap tahunnya telah berjalan dengan baik. Kami juga mengapresiasi dan mengucapkan terima kasih kepada para travel agent dan tour operator Indonesia, serta semua pihak yang telah mendukung dan berpartisipasi di anjungan KBRI Oslo”, lanjutnya.

Akhirnya KUAI KBRI Oslo menyatakan komitmen KBRI Oslo untuk senantiasa meningkatkan kualitas diplomasi ekonomidi Norwegia, yang antara lain dilaksanakan melalui partisipasi optimal (‘all-out’) dalam ajang promosi pariwisata di wilayah akreditasi.

Reiselivsmessen kini telah berkembang menjadi salah satu ajang pameran pariwisata bergengsi yang berskala internasional dan cukup terkenal di kawasan negara-negara Nordic. Reiselivsmessen 2017 berhasil menarik 41.996 pengunjung (3.600 orang B-to-B).Sesuai informasi penyelenggara pameran, Reiselivsmessen 2018 telah dikunjungi oleh sejumlah pengunjung yang hampir sama dengan tahun sebelumnya, yaitu sekitar 40 ribu orang.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here