3 Ketum Parpol Acuhkan Rekomendasi Alumni 212 di Pilkada Serentak

0
160

ORANYENEWS- Alumni 212 kini tengah dilanda kecewa, rekomendasi  mereka ditolak ketua umum tiga partai politik ‘koalisi’ mereka saat di Pilkada DKI Jakarta. Padahal mereka berniat mendulang keberhasilan di DKI Jakarta,  di lima daerah tersebut.

Kekecewaan tersebut diungkapkan Sekjen Forum Umat Islam (FUI) Al-Khaththath. Padahal,  katanya,  apa yang disampaikannya merupakan kelanjutan dari pesan Imam Besar FPI Habib Rizieq saat dirinya bertemu di Arab Saudi.

Dia berpesan agar semangat 212 dapat ditularkan ke daerah lain yang kini tengah melaksanakan Pilkada. Habib Rizieq menitipkan pesan kepada tiga ketum partai itu agar mengusung calon yang direkomendasikan oleh para ulama.

Habib Rizieq berpesan kepada ketiga ketum itu agar partai-partai mereka menggunakan metode yang sama untuk mencapai kemenangan di Pilgub DKI. Rizieq berharap metode tersebut ditiru di pilkada-pilkada lainnya.

“Pesan Habib Rizieq ketika saya pergi ke Mekah, meminta kepada tiga pimpinan partai supaya meng-copas (copy-paste) yang ada di Jakarta supaya mendapatkan kemenangan di provinsi-provinsi lain. Nah, tentunya saya nggak tahu apakah ada mispersepsi seolah-olah kita mendukung dengan cek kosong. Mungkin pemahaman mereka seperti itu,” ungkap Al-Khaththath

“Kita mendukung munculnya Gubernur Anies-Sandi dengan semangat 212, semangat Al-Maidah 51. Kita berharap hal itu terjadi di tempat-tempat lain,” imbuhnya.

Dalam kesempatan itu, Al-Khaththath mengungkap isi pertemuan dengan tiga ketum partai yang terjadi di rumah dinas salah satu ketum partai. Para ketum itu mengatakan ada provinsi-provinsi tertentu yang tidak bisa menggunakan metode seperti pada Pilgub DKI, terutama provinsi yang masyarakat Islamnya tidak dominan.

“(Kata tiga ketum itu) ‘Kita tidak mungkin lakukan itu misalnya di Sulut, di Papua, di NTT.’ Kita (Alumni 212) maklumi tapi kalau itu terjadi di Jawa Timur, pusing. Banyak komplain dari bawah nyampai ke saya,” ungkap Al-Khaththath.

Akhirnya, Alumni 212 meminta agar ulama menegur tiga partai tersebut. Sebelum masalah ramai, Alumni 212 lalu menawar kepada pimpinan partai-partai itu dengan meminta lima daerah saja yang hanya perlu dikabulkan.

“Jangankan yang lain-lain, yang lima saja kita minta tidak direspons dengan baik. Bahkan saya tungguin agar rekom itu keluar sampai jam 2 malam di Cilandak, Ragunan. Tidak keluar juga seadanya, jadi ada apa?” kesal Al-Khaththath.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here