Ini Kronologis Prabowo ‘Minta Mahar’ Miliaran kepada La Nyalla

0
246
La Nyalla saat bersama Prabowo. (ist)

ORANYENEWS- Mantan Ketua Umum PSSI La Nyalla membuat pengakuan yang mengejutkan. Dia mengaku dimintakan uang oleh Ketua Umum Gerindra Prabowo Subianto jika ingin mendapat rekomendasi maju sebagai calon gubernur Jawa Timur.

La Nyalla pun menceritakan bagaimana dirinya dimintakan uang untuk memuluskan dirinya mendapat tiket maju sebagai calon gubernur Jatim menandingi Gus Ipul dan Khofifah Indar Parawansa.

Dari sebuah restoran di jalan Prof Dr Soepomo, Tebet, Jakarta Selatan, La Nyalla dan timnya membeberkan cerita secara rinci pertemuannya dengan Prabowo Subianto dan Ketua DPD Gerindra Jawa Timur Soepriyanto.

Dimulai saat La Nyalla diundang Prabowo untuk menghadiri deklarasi pasangan Mayjen (Purn) Sudrajat-Ahmad Syaikhu, yang diusung Gerindra,  PAN,  dan PKS, pada 9 Desember lalu.

“Saya diundang Pak Prabowo tanggal 9, ada acara deklarasinya Pak Sudrajat. Saya dipanggil di dalam ruang kerjanya dan di situ ada Saudara Sugiono, ada Saudara Prasetyo, dan Pak Prabowo sendiri, menanyakan kesiapan saya,” ucap La Nyalla.

Dalam pertemuan tersebut, Prabowo secara langsung menanyakan kesiapan dirinya maju ke Pilgub Jatim, La Nyalla mengaku siap. Kemudian Prabowo menyebut soal kesiapan uang.

“Prabowo sempat ngomong, ‘siapkan kamu sanggup 200 miliar?’ 500 saya siapkan, kata saya karena di belakang saya banyak didukung pengusaha-pengusaha muslim’, ” urai La Nyalla.

Awalnya,  La Nyalla mengira Prabowo bercanda, akan tetapi justru kemudian Prabowo menanyakan kapan dirinya menyerahkan uang Rp48 miliar kepada dirinya.

“Saya bilang, ‘Nanti saja, Pak, setelah rekom selesai’,” tutur La Nyalla.

La Nyala juga mengaku sudah memberikan uang Rp 5,9 miliar,  diterima pengusaha Tubagus Daniel Hidayat dan sudah disampaikan ke Saudara Fauka. Saat itu katanya Prabowo kaget dan marah-marah. “Ya saya ditanya, ya sayangomong apa adanyalah,” jelas La Nyalla.

“Pak Prabowo marah-marah sama saya, maki-maki saya. Saya dalam hati, nih orang kok sakit apa? Kok ngomongin duit Pilpres 2014, emangnya saya ikut campur sama duit Pilpres 2014,” ungkap La Nyalla.

Tak hanya keluar uang Rp5,9 miliar,  La Nyalla juga mengaku sudah membuka cek Rp 70 miliar yang dibawa Daniel ke Hambalang. “Saya sudah sampaikan semua ini juga cair, kalau semua ini sudah resmi jadi calon gubernur, belum apa-apa saya udah diperes,” tuturnya.

La Nyalla mengaku dirinya baru mendapat rekomendari dari Partai Gerindra jika menyerahkan uang Rp48 miliar dengan alasan uang saksi.

“Dari 68.000 TPS dikali Rp 200.000 per orang dikali 2 berarti Rp 400.000. Itu sekitar Rp 28 miliar. Tapi, yang diminta itu Rp 48 miliar dan harus diserahkan sebelum tanggal 20 Desember 2017. Nggak sanggup saya,ini namanya saya beli rekom, saya nggak mau,” aku La Nyalla.

La Nyalla menyebut Waketum Gerindra Fadli Zon juga terlibat dalam proses upaya pencalonan dirinya maju di Pilgub Jatim 2018. Bahkan, soal dimarahi Prabowo, La Nyalla juga sempat menceritakannya kepada Wakil Ketua DPR tersebut.

“Saya kan ditelepon sama Fadli Zon, ‘Ini saya, Mas, ini untuk apa saya dipanggil sama 08, dimaki-maki, dimarah-marahin dan disuruh serahkan uang saksi? Loh saya datang ke sana itu buat dampingi ngasih rekom (Sudrajat), kok saya dimaki-maki, loh saya ini siapa? Prabowo ini siapa? Saya bukan pegawai dia, kok dia maki-maki saya?'” ucapnya.

Tubagus Daniel Hidayat, bendahara saat La Nyalla berniat maju di Pilgub Jatim juga bercerita bahwa dirinya dikerjain oknum F.

“Dia mengancam saya, ‘Di belakang saya ada ketua asosiasi advokat.’ Wah, sombong sekali, saya juga advokat. Saya ini ada 13 rekaman foto uang sampai ke rumahnya oknum F ada semua. Percakapan dari oknum F ini selalu saya rekam,” ungkap Daniel.

“Awalnya saya ngasih enggak pakai saksi, tapi saya dibilangin sama temen saya, ‘Masak elu ngasih duit Rp 2 M nggak pakai saksi?’ Karena nggak mau pakai tanda terima, akhirnya saya kalau mau nyerahin ke oknum F, saya masukin ke kantong HP saya, saya matikan (layar) HP saya, terus saya rekam. Jadi setiap transaksi ada rekamannya. Untuk ini-itu,” ungkap Daniel.

Wakil Ketua Umum Partai Gerindra Fadli Zon mengaku tidak pernah mendengar dan juga menemukan bukti bahwa Prabowo Subianto melakukan itu. Fadli mengaku memang Prabowo pernah bertemu La Nyalla, saat itu dibahas persiapan dana untuk Pilgub Jatim 2018 dari sisi La Nyalla, bukan meminta mahar.

“Saya kira itu lebih untuk pada persiapan calon yang bersangkutan,” ujar Fadli.

Menurut Fadli Jawa Timur adalah provinsi besar. Perlu dana besar untuk pemenangan, baik yang digunakan sebagai ongkos perjalanan kampanye, maupun membayar saksi, bukan minta uang.

“Saya kira masih wajar (uang saksi) , karena memang misalnya kita harus menyiapkan sekian ribu saksi di setiap TPS yang mereka mencatat, kan mereka harus diberikan transportasi, konsumsi pada waktu hari H maupun persiapan sebelumnya,” sambung Fadli

Fadli menilai ada miskomunikasi yang diterima La Nyalla. “Itu hanya miskomunikasi saja, ” katanya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here