Kinerja Lamban, WH Tak Segan Copot Kepala Dinas

0
112
Wahidin Halim saat sidak salah satu dinas.

ORANYENEWS – Gubernur Banten H. Wahidin Halim mengaku tidak akan segan mencopot kepala dinas jika kinerja Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di bawahnya berkinerja lamban dan lalai. Dia menginginkan agar setiap OPD bergerak cepat dalam menjalankan program pembangunan Banten.

Menurutnya, salah satu langkah cepat dalam menjalankan program pembangunan adalah dengan menjalankan lelang pengadaan barang dan jasa baik yang bersifat fisik maupun non fisik.

Hal tersebut ditegaskan Gubernur Wahidin Halim saat memimpin apel awal bulan di lapangan Kawasan Pusat Pemerintahan Provinsi Banten (KP-3B), Curug, Kota Serang, Senin, 8 Januari 2018.

Apel tersebut dihadiri Wakil Gubernur Banten Andika Hazrumy, Sekretaris Daerah Ranta Soeharta, dan para asisten dan Kepala OPD di lingkungan Pemerintahan Provinsi (Pemprov) Banten.

“ULP (Unit Layanan Pengadaan-red)-nya jangan lambat. Ganti, kalau  dinasnya lambat. Itu pun jadi pertimbangan kita. Kita harus bergerak cepat,” tegas Wahidin Halim.

Kata Gubernur, proses lelang pengadaan harus berjalan cepat agar program Pemerintah yang sudah terencana bisa terlaksana dengan baik dan sesuai target yang ditentukan Pemerintah. Sebab itu, Wahidin Halim meminta OPD segera menyerahkan dokumen lelang kepada ULP untuk segera dilaksanakan proses lelangnya.

Pembangunan fisik baik infrastruktur dan lainnya harus sudah berjalan aling lambat Maret 2018.

“November dan Desember harus selesai programnya,” tegas WH.

Selaku Kepala Daerah,  dirinya akan terus memantau kinerja seluruh OPD setiap saat, dan akan melakukan tindakan tegas jika OPD tersebut tidak mau berbenah diri terutama dalam hal disiplin bekerja.

“Saya masih tetap menekankan pada prinsip disiplin. Makanya kepada Pak Wakil Gubernur, Pak Sekda, semuanya jajaran ayo kita gerakan disiplin. Karena itu bentuk tanggung jawab kita. Kerja baik, kerja keras, disiplin, saya kira itu syarat kita untuk melakukan pembangunan di Provinsi Banten  ini,” katanya.

Dalam kesempatan itu, dia juga memerintahkan kepada kepala bidang-kepala bidang untuk memberikan dukungan kuat kepada kepala dinasnya

“Kabid jangan ikut-ikutan, dan esselon IV termasuk didalamnya jangan tugasnya diserahkan kepada TKS (tenaga kerjsa sukarela-red), kasian mereka,” ucap Gubernur.

Gubernur menegaskan pergantian dan pelantikan pejabat dalam suatu pemerintahan adalah hal yang lumrah, karena setiap kepala pemerintahan tentu saja membutuhkan tenaga-tenaga yang sesuai dengan kompetensi yang dibutuhkan untuk meningkatkan kinerja dan capaian.

Dia berpesan agar para pejabat tidak melakukan hal-hal tidak dibenarkan. “Makanya tidak perlu kalian kasak-kusuk, cari jabatan apalagi bayar, nyuap. Tidak akan mempan!. Kita terus diskusi dengan Pak Andika berkomunikasi, kita tegaskan bahwa kita selau komunikasi,” tegasnya

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here